Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan telah melancarkan serangan terhadap sebuah kapal di wilayah Karibia dan menewaskan empat orang.
Serangan tersebut menjadi bagian terbaru dari rangkaian operasi AS yang menargetkan kapal yang dituduh terlibat dalam perdagangan narkotika.
Komando Selatan AS atau U.S. Southern Command (SOUTHCOM) menyatakan, informasi intelijen menunjukkan kapal tersebut secara aktif terlibat dalam aktivitas perdagangan narkotika.
Baca Juga: SpaceX Siapkan Kompleks Peluncuran Starship US$100 Miliar di Louisiana
"Intelijen yang telah dikonfirmasi menunjukkan bahwa kapal tersebut secara aktif terlibat dalam perdagangan narkotika. Operasi ini menewaskan empat narco-terrorists," kata SOUTHCOM melalui media sosial X, Selasa (25/8/2026).
Militer AS tidak mengungkap identitas keempat orang yang tewas maupun lokasi pasti serangan.
SOUTHCOM hanya menyebut kapal tersebut beroperasi di jalur perdagangan narkotika yang telah dikenal di kawasan Karibia.
Pemerintahan Presiden Donald Trump telah melakukan serangkaian serangan terhadap kapal yang dituduh mengangkut narkotika sejak September 2025.
Menurut data yang dikutip Reuters, serangan militer AS terhadap kapal-kapal yang dituduh terkait perdagangan narkotika di Karibia dan Pasifik Timur telah menewaskan lebih dari 210 orang.
Baca Juga: Trump Buka Kerja Sama Nuklir dengan Saudi, Tapi Riyadh Harus Akui Israel
Dikritik sebagai Pembunuhan di Luar Proses Hukum
Serangkaian operasi tersebut menuai kritik dari organisasi hak asasi manusia. Human Rights Watch, Amnesty International, serta sejumlah pakar independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut serangan tersebut sebagai pembunuhan di luar proses hukum dan mempertanyakan dasar hukum operasi militer AS.
Militer AS sebelumnya juga melaporkan serangan terhadap sebuah kapal di Pasifik Timur pada akhir pekan.
Serangan tersebut menewaskan dua orang dan menjadi operasi pertama terhadap kapal yang dituduh terkait perdagangan narkotika di kawasan tersebut dalam lebih dari dua bulan.
Washington menyatakan operasi terhadap kapal-kapal tersebut merupakan bagian dari upaya memerangi jaringan perdagangan narkotika yang dianggap mengancam keamanan AS.
Baca Juga: Harga Emas Spot Stabil Rabu (26/8), Pasar Menanti Data Inflasi AS














