kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Mobil listrik kurang laku di AS


Selasa, 05 Februari 2013 / 05:10 WIB
Mobil listrik kurang laku di AS
ILUSTRASI. Prediksi Napoli vs Spartak Moscow di Liga Europa: Myaso bisa kejutkan Partenopei


Sumber: Bloomberg | Editor: Uji Agung Santosa

Detroit. Biaya operasional yang tinggi, jarak tempuh yang pendek, dan kurangnya stasiun pengisian, membuat mobil bertenaga listrik kurang begitu diminati. Kurangnya minat masyarakat akan mobil bertenaga baterai ini membuat Pemerintah Amerika Serikat (AS) menurunkan target menempatkan 1 juta mobil listrik sampai 2015.


Pada Januari 2013, penjualan mobil listrik seperti Chevrolet Volt, Toyota Prius Plug-In dan Nissan Leaf menunjukkan penurunan dibanding bulan sebelumnya. Penjualan Volt turun 57%, Leaf turun 56%, dan penjualan Prius Plug-in  turun 36%. Untuk seluruh penjualan mobil di AS, pada Januari 2013 turun 36% dibanding Desember 2012, sedangkan jika dibandingkan Januari 2012 naik 14,2%.


Seretnya penjualan mobil listrik tersebut mendorong produsen otomotif di Asia, Eropa, dan Amerika Utara mulai mengalihkan fokusnya pada sumber bahan bakar alternatif lain yaitu hidrogen. "Karena kekurangan jarak tempuh yang pendek, biaya dan waktu pengisian, kendaraan listrik bukanlah pengganti yang layak untuk mobil konvensional. Kita perlu sesuatu yang sama sekali baru," kata Takeshi Uchiyamada, Vice Chairman Toyota Motor Co.


Menurutnya, teknologi sel bahan bakar yang mengubah hidrogen menjadi listrik menjanjikan lebih banyak karena bebas polusi.




TERBARU

[X]
×