kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45825,81   2,76   0.34%
  • EMAS948.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Model Boeing 737 MAX terbesar berhasil lepas landas pada penerbangan perdananya


Sabtu, 19 Juni 2021 / 06:55 WIB
Model Boeing 737 MAX terbesar berhasil lepas landas pada penerbangan perdananya

Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - RENTON. Boeing 737 MAX 10, anggota terbesar dari keluarga pesawat lorong tunggal terlaris di dunia, lepas landas pada penerbangan perdananya pada hari Jumat waktu AS.

Pesawat menyelesaikan penerbangan sekitar 2,5 jam di atas Negara Bagian Washington lalu kembali ke Bandara Kota Renton dekat Seattle pada pukul 12:38 malam waktu setempat.

Penerbangan pertama ini menandai pengujian dan sertifikasi keselamatan selama berbulan-bulan sebelum pesawat jet ini diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2023 nanti.

Baca Juga: Jack Ma sekarang jarang muncul ke publik, ini kesibukan terbarunya

Boeing 737-10 yang berkapasitas 230 kursi dirancang untuk menutup kesenjangan antara 737-9 yang bisa menampung 178 hingga 220 penumpang, dan Airbus A321neo yang memiliki kapasitas 185 hingga 240 kursi, yang mendominasi pasar jet narrow body senilai US$ 3,5 triliun selama 20 tahun.

Namun, peluang pasar untuk 737 MAX 10 dibatasi oleh jangkauan jet yang hanya sekitar 3.300 mil laut (6.100 km), alias jauh dari A321neo yang mampu mencapai sekitar 4.000 nm.

Boeing juga harus menyelesaikan sertifikasi keselamatan pesawat di bawah iklim peraturan yang lebih ketat menyusul dua kecelakaan fatal dari versi 737 MAX yang lebih kecil yang mengandangkan model itu selama hampir dua tahun.

Boeing telah melakukan perubahan desain dan pelatihan pada keluarga MAX, yang kembali beroperasi di AS pada Desember.

Baca Juga: Penjualan mobil listrik di China diprediksi bisa tumbuh 40% tiap tahun

CEO Boeing Commercial Airplanes Stan Steal mengatakan perusahaan memproduksi sekitar 16.737 MAX jet sebulan di pabrik Renton. Boeing sedang mengerjakan peningkatan keselamatan untuk 737 MAX 10, termasuk untuk sistem indikasi data udaranya dan menambahkan indikasi kokpit ketiga yang diminta oleh regulator Eropa tentang "angle of attack".

Ini merupakan sebuah parameter yang diperlukan untuk menghindari penundaan atau kehilangan daya angkat. Komentar Deal diberikan kepada media melalui reporter pool di dalam pabrik Boeing.

Selanjutnya: Senator AS usulkan kredit pajak sebesar 25% untuk sektor manufaktur semikonduktor

 




TERBARU
Kontan Academy
MiniMBA on Problem Solving using world class consultants approach Sukses Memimpin: Kunci Kepemimpinan Asertif Batch 2

[X]
×