kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Moskow: Perang hukum terhadap Rusia sedang berlangsung


Kamis, 03 Desember 2020 / 16:45 WIB
Moskow: Perang hukum terhadap Rusia sedang berlangsung
ILUSTRASI. A man waves Russian flag during a rally and concert marking the fourth anniversary of Russia's annexation of the Crimea region, at Manezhnaya Square in central Moscow, Russia March 18, 2018. REUTERS/Maxim Shemetov TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: TASS | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Menteri Kehakiman Rusia Konstantin Chuichenko mengatakan pada Kamis (3/12), perang hukum terhadap Rusia sedang berlangsung.

"Situasinya tidak mudah. ​​Ini serius. Faktanya, perang hukum terhadap Rusia telah diumumkan," katanya kepada stasiun TV Rossiya-24 dalam sebuah wawancara tentang perlindungan hak di luar negeri. 

"Dan, negara harus mempertahankan diri dengan baik dan terkadang melakukan ofensif," ujar Chuchenko seperti dikutip kantor berita TASS.

Menurut dia, gugatan sebesar US$ 50 miliar yang diajukan oleh mantan pemegang saham Yukos terhadap Rusia adalah litigasi paling serius. 

Baca Juga: Campur tangan asing, Putin: Jalan menuju neraka diaspal dengan niat baik

Rusia jelas melawan gugatan yang Chuchenko sebut sebagai bagian dari perang hukum terhadap negeri beruang merah.

Informasi saja, Mahkamah Arbitrase di Den Haag, Belanda, memutuskan Pemerintah Rusia harus membayar ganti rugi US$ 50 miliar kepada pemilik saham Yukos, perusahaan minyak dan gas.

Selanjutnya: Rusia tempatkan rudal S-300V4 di Kuril, Jepang ajukan protes




TERBARU

[X]
×