kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Muak kerap disangka warga China, Taiwan putuskan ganti disain paspor


Kamis, 03 September 2020 / 09:31 WIB
ILUSTRASI. Members of the media take photos of a paper cut out of the new Taiwan passport displayed in Taipei, Taiwan, September 2, 2020. REUTERS/Ann Wang 


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Muak kerap disangka warga China di tengah pandemi virus corona, pemerintah Taiwan mengatakan pada Rabu (2/9/2020) akan mendesain ulang paspornya dengan menonjolkan keunggulan yang lebih besar pada Taiwan.

Mengutip Reuters, Taiwan telah mengeluh selama wabah corona, banyak warga negaranya menemui masalah saat memasuki negara lain karena di paspor Taiwan terdapat tulisan "Republik China". Nama resmi itu ditulis dengan huruf besar dalam bahasa Inggris di bagian atas, dengan "Taiwan" tercetak di bagian bawah.

Dalam disain paspor baru, yang diharapkan akan diedarkan pada bulan Januari, Taiwan akan menghilangkan kata-kata besar dalam bahasa Inggris "Republik China", meskipun nama dalam karakter China akan tetap ada, dan memperbesar kata "Taiwan" dalam bahasa Inggris.

Baca Juga: Inilah alasan China semakin berani pamerkan kekuatan militernya

Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu mengatakan, paspor baru diperlukan untuk mencegah orang Taiwan disalahartikan sebagai warga negara China, terutama dengan peningkatan pemeriksaan masuk di banyak negara sejak pandemi dimulai.

"Sejak awal wabah pneumonia Wuhan tahun ini, warga negara kami terus berharap bahwa kami dapat lebih menonjolkan visibilitas Taiwan, ini untuk menghindari orang yang salah sangka bahwa mereka berasal dari China," kata Wu kepada wartawan.

Baca Juga: Taiwan mulai berani melawan kedigdayaan China

China mengklaim Taiwan yang demokratis sebagai wilayah kedaulatannya, dan mengatakan hanya mereka yang memiliki hak untuk berbicara atas nama pulau itu secara internasional. Posisi ini terus ditekankan China selama pandemi, terutama di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×