kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Muluskan akuisisi Bursa London, Bursa Hong Kong cari dana US$9,8 miliar


Minggu, 29 September 2019 / 17:37 WIB

Muluskan akuisisi Bursa London, Bursa Hong Kong cari dana US$9,8 miliar
ILUSTRASI. Bursa saham London


KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Aksi Bursa Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd (HKEX) untuk mengakuisisi bursa London Stock Exchange Group Plc (LSE) terus berlanjut. Mengutip Bloomberg pada Minggu (29/9), Bursa Hong Kong tengah dalam pembicaraan dengan bank guna mencari dana untuk memuluskan aksi ini. 

Bursa Hongkong telah membahas pinjaman ini berkisar antara £ 7 miliar hingga £ 8 miliar atau setara dengan US$ 9,8 miliar. Guna mendapatkan dana sebanyak itu, sejumlah sumber menyebut Bursa Hong Kong akan membentuk beberapa pinjaman sindikasi. 

Baca Juga: Mau wisata ke Saudi? Catat larangan aturan kesopanan yang tak boleh dilanggar ini!

Menurut aturan akuisisi di Inggris, HKEX harus mengajukan penawaran resmi sebelum 9 Oktober 2019 kecuali LSE memberikan perpanjangan waktu. 

Para eksekutif dari bursa Hong Kong sendiri tengah berada di London pada minggu ini untuk bertemu dengan para pemegang saham LSE guna meyakinkan mereka tentang manfaat dari kesepakatan tersebut. 

Sementara itu ada sebanyak 18 bank menandatangani pinjaman awal senilai US$ 13,5 miliar minggu lalu untuk mendanai akuisisi tersebut.

Di sisi lain, sebelumnya LSE pada awal bulan ini telah menolak proposal pengambilalihan HKEX senilai £ 29,6 miliar, dengan sejumlah alasan mulai dari kerusuhan Hong Kong hingga potensi masalah dengan regulator. 

HKEX kemudian melakukan serangan balik dengan ofensif, dengan membawa UBS Group AG dan HSBC Holdings Plc untuk meyakinkan pemegang saham tentang manfaat dari proposal ini.

Baca Juga: Kapal tanker Inggris yang ditahan Iran sudah berlabuh di Dubai

Dalam sebuah catatan Kamis, analis dari Sandler O'Neill & Partners mengatakan perusahaannya menjadi tuan rumah pertemuan investor dengan Chief Executive Officer HKEX Charles Li dan co-President Romnesh Lamba pada minggu ini. 


Reporter: Maizal Walfajri
Editor: Tendi

Video Pilihan

Tag

Close [X]
×