kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Muncul virus demam babi Afrika, Jepang setop impor daging babi dari Jerman


Senin, 14 September 2020 / 14:14 WIB
Muncul virus demam babi Afrika, Jepang setop impor daging babi dari Jerman
ILUSTRASI. Penjualan daging babi di supermarket di Beijing, China, 11 April 2019.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Terhitung sejak Jumat (11/9) pekan lalu, Pemerintah Jepang mulai menghentikan impor daging babi dari Jerman, setelah kasus virus demam babi Afrika (ASF) ditemukan pada babi-babi di negeri panzer.

Dilaporkan oleh Reuters, kasus infeksi virus ASF kembali ditemukan pada babi hutan di wilayah Timur Jerman. Melihat kejadian tersebut, Kementerian Pertanian Jepang memutuskan untuk menghentikan sementara impor daging babi dari Jerman.

Jepang bukan negara pertama yang mengeluarkan kebijakan ini. China dan Korea selatan juga menghentikan impor daging babi dari Jerman karena alasan yang sama.

Sebelumnya, infeksi virus demam babi Afrika terdeteksi pada babi hutan yang mati di dekat perbatasan Jerman dan Polandia, Kamis (10/9) pekan lalu.

Kementerian Pertanian Jepang mengambil langkah cepat, sebelum ada daging babi yang masuk ke negara mereka dan berdampak buruk bagi kesehatan warganya.

Baca Juga: Pengobatan tradisional jadi rahasia China melawan ganasnya Covid-19

Tahun lalu, Jepang mengimpor hingga 40.240 ton daging babi dari Jerman. Jumlah itu menyumbang sekitar 3% dari total impor daging babi Jepang sebesar 1,2 juta ton.

China setop impor daging babi dari Jerman

Pada Sabtu (5/9) lalu, China juga menghentikan untuk sementara impor daging babi dari Jerman, juga karena temuan virus ASF.

Tahun ini, Jerman telah memasok sekitar 14% dari total kebutuhan daging babi China. Penutupan keran impor dari Jerman akan menguntungkan pemasok lain, seperti Amerika Serikat dan Spanyol.

Ekpor daging babi Jerman ke China bernilai sekitar €1 miliar setiap tahun. Volumenya meningkat dua kali lipat dalam empat bulan karena produksi dalam negeri China menyusut hingga 20% sejak pandemi virus corona baru.

Para peternak babi di Jerman pada Jumat (11/9) pekan lalu mendesak China untuk mencabut larangan impor tersebut. Kementerian Pertanian Jerman juga telah meminta China untuk menerapkan pendekatan regional terhadap kasus ini.

Selanjutnya: China blokir impor daging babi dan olahannya dari Jerman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×