kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

Myanmar melarang peredaran majalan TIME pekan ini


Kamis, 27 Juni 2013 / 17:18 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: Five-tael (6.65 ounces or 190 grams) gold bars are seen at a jewellery store in Hong Kong in this August 11, 2011 illustration photo. REUTERS/Bobby Yip/File Photo


Sumber: BBC, Associated Press |

MYANMAR.Pemerintah Myanmar melarang majalah TIME edisi pekan ini yang menurunkan berita utama soal pendeta Buddha bernama Wirathu.

Televisi pemerintah mengumumkan bahwa keputusan ini diambil untuk mencegah munculnya kembalinya kerusuhan SARA di negara tersebut.

"Kami melarang majalah TIME edisi 1 Juli untuk dicetak dan dijual (di Burma) agar tidak terjadi lagi kerusuhan ras dan agama. Kami juga melarang edisi tersebut dalam bentuk foto kopi," kata Ye Htut, juru bicara pemerintah kepada kantor berita AFP.

Komite khusus di Kementerian Dalam Negeri yang dibentuk untuk mengatasi kerusuhan SARA mengatakan laporan TIME bisa mengganggu upaya pemerintah mewujudkan rasa saling percaya di antara anggota komunitas Muslim dan Buddha.

Sampul TIME menampilkan foto Wirathu dengan judul berita "The Face of Buddhist Terror" atau wajah teror Buddha.

Desakan boikot orang Islam

Wirathu dikenal sebagai pemimpin gerakan biksu radikal yang mengatakan bahwa kelompok minoritas Muslim mengancam kemurnian ras dan keamanan nasional Myanmar.

Ia mendesak pembatasan perkawinan antara warga Muslim dan Buddha dan juga menyerukan boikot bisnis yang dijalankan orang-orang Islam.

Wirathu sendiri menegaskan bahwa dirinya adalah orang yang suka damai, meski di laporan TIME ia dikutip mengatakan "Saatnya sekarang untuk bergerak dan membangkitkan amarah".

Kantor presiden mengatakan tulisan di majalah TIME mencoreng citra agama Buddha. Hampir 250 orang tewas dan ribuan lainnya mengungsi, sebagian besar warga Muslim, akibat kerusuhan agama dalam setahun terakhir.

Menurut kantor berita Associated Press, dalam kerusuhan itu, warga Buddha memasuki desa-desa, membakar rumah dan mesjid.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×