kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

Nasib NATO: Trump Beri Sinyal Penarikan Pasukan dari Eropa


Jumat, 10 April 2026 / 03:32 WIB
Nasib NATO: Trump Beri Sinyal Penarikan Pasukan dari Eropa
ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah membahas dengan para penasihat opsi untuk menarik sebagian pasukan AS dari Eropa. (REUTERS/Evan Vucci)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang kesal karena sekutu-sekutu NATO gagal membantu mengamankan Selat Hormuz dan marah karena rencananya untuk memperoleh Greenland tidak mengalami kemajuan, telah membahas dengan para penasihat opsi untuk menarik sebagian pasukan AS dari Eropa.

Hal tersebut diungkapkan oleh seorang pejabat senior Gedung Putih kepada Reuters pada Kamis (9/4/2026).

Belum ada keputusan yang diambil, dan Gedung Putih juga belum mengarahkan Pentagon untuk menyusun rencana konkret pengurangan pasukan di benua tersebut, ujar pejabat itu, yang meminta identitasnya dirahasiakan karena membahas pembahasan internal. 

Namun diskusi ini saja menegaskan betapa tajamnya hubungan antara Washington dan sekutu-sekutu NATO di Eropa memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Pembahasan tersebut juga mengindikasikan bahwa kunjungan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte ke Gedung Putih pada Rabu gagal secara signifikan memperbaiki hubungan transatlantik, yang bisa dibilang berada pada titik terendah sejak NATO didirikan pada 1949. Gedung Putih sebelumnya secara terbuka mengatakan bahwa Trump sempat mempertimbangkan untuk menarik AS keluar dari aliansi tersebut sepenuhnya.

Menarik pasukan dari Eropa akan memungkinkan Trump secara drastis mengurangi komitmen keamanan Washington di benua itu tanpa secara formal keluar dari NATO, langkah yang akan menguji hukum tata negara AS.

Baca Juga: Gencatan Senjata Paskah Ortodoks: Ukraina Belum Merespons Ajakan Putin

Saat ini AS memiliki lebih dari 80.000 pasukan di Eropa dan telah memainkan peran sentral dalam arsitektur keamanan Eropa sejak Perang Dunia Kedua. Lebih dari 30.000 di antaranya berada di Jerman, dengan jumlah besar lainnya ditempatkan di Italia, Inggris, dan Spanyol.

Pejabat tersebut tidak menyebut negara mana yang akan terdampak atau berapa banyak pasukan yang mungkin akan ditarik jika Trump memutuskan melanjutkan ide tersebut. Saat dimintai komentar, juru bicara NATO merujuk Reuters pada wawancara Rutte dengan CNN pada Rabu.

Dalam wawancara tersebut, Rutte mengatakan ia memahami frustrasi Trump terhadap aliansi, namun “sebagian besar negara Eropa” telah membantu upaya perang Washington di Iran.

Setelah pertemuan Rutte dengan Trump, sekretaris jenderal NATO itu menyampaikan kepada pemerintah-pemerintah Eropa bahwa Trump menginginkan komitmen konkret untuk membantu mengamankan Selat Hormuz dalam beberapa hari, lapor Reuters sebelumnya pada Kamis.

Aliansi dalam Krisis

Meski Trump sudah lama memiliki hubungan yang penuh gejolak dengan NATO, selama bertahun-tahun menuduh ibu kota-ibu kota Eropa menghemat pengeluaran pertahanan, tiga bulan terakhir menjadi periode yang sangat sulit.

Pada Januari, Trump memicu krisis transatlantik ketika ia kembali mengulang ancaman lama untuk mencaplok Greenland, wilayah otonom Denmark di luar negeri.

Sejak perang dengan Iran pecah pada 28 Februari, Trump menyatakan frustrasi mendalam karena sekutu-sekutu NATO tidak menawarkan bantuan untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting pasokan energi global yang tetap sebagian besar tertutup meski ada gencatan senjata rapuh yang diumumkan pekan ini.

Para diplomat NATO sebelumnya mengatakan AS tidak menjelaskan apakah misi di Selat Hormuz diharapkan dimulai selama konflik atau setelahnya. Mereka juga menyebut AS belum merinci kemampuan spesifik apa yang diharapkan dari tiap negara NATO.

Tonton: Iran Tutup Selat Hormuz Lagi Buntut Israel Serang Lebanon! Gencatan Senjata Terancam Runtuh

Wall Street Journal melaporkan pada Rabu bahwa pejabat senior pemerintahan AS sedang membahas pemindahan pasukan AS yang ditempatkan di Eropa dari negara-negara yang pemimpinnya mengkritik perang AS-Israel melawan Iran, ke negara-negara Eropa yang pemimpinnya lebih mendukung.

Namun pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Reuters bahwa Trump secara spesifik membahas opsi membawa pasukan kembali ke AS, bukan memindahkan mereka ke negara asing lain.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa Trump sangat kesal dengan apa yang ia anggap sebagai upaya Eropa mengabaikan rencananya untuk memperoleh Greenland.

Setelah bertemu Rutte di Swiss pada Januari, Trump sempat menyatakan kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan terkait wilayah Denmark itu sudah di depan mata. Namun tidak ada kesepakatan yang terwujud.

“Ia secara khusus meminta NATO menyusun rencana ketika kami berada di Davos, dan mereka seperti tidak menganggapnya serius,” ujar pejabat tersebut.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×