Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Upaya pemerintah India melepas saham mayoritas di IDBI Bank kembali menemui hambatan. Rencana privatisasi bank milik negara tersebut terancam batal setelah penawaran yang masuk dinilai tidak memenuhi harga minimum yang ditetapkan pemerintah.
Kabar tersebut langsung menekan harga saham IDBI Bank. Pada perdagangan Senin (16/3), saham bank itu sempat merosot lebih dari 14% dan berada di jalur penurunan harian terbesar sejak Juni 2024. Hingga pukul 09.58 waktu setempat, sahamnya tercatat turun 13,6% ke level 79,67 rupee.
Melansir Reuters (16/3), pemerintah India bersama Life Insurance Corporation of India sebenarnya telah memulai proses divestasi sejak 2022. Keduanya menguasai hampir seluruh saham bank tersebut—masing-masing sebesar 45,48% dan 49,24%—dan berencana menjual total 60,7% kepemilikan kepada investor strategis.
Sejumlah investor global sempat menunjukkan minat. Di antaranya adalah grup investasi Kanada Fairfax Financial dan bank asal Uni Emirat Arab Emirates NBD. Namun menurut sumber yang mengetahui proses tersebut, nilai penawaran yang diajukan masih berada di bawah harga dasar yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: Kapal India Berisi Minyak Murban Berlayar dari Fujairah Usai Serangan Drone
Karena itu, proses penjualan yang tengah berjalan kemungkinan akan dibatalkan. Pemerintah disebut dapat membuka kembali proses divestasi baru setelah kondisi pasar dinilai lebih kondusif dan minat investor meningkat.
Perkembangan ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg. Hingga kini, pihak IDBI Bank maupun kementerian keuangan India belum memberikan tanggapan resmi terkait kabar tersebut.
Tersendatnya transaksi ini menunjukkan tantangan privatisasi perbankan di India masih besar, terutama ketika valuasi yang diharapkan pemerintah belum sejalan dengan perhitungan investor global.
Baca Juga: India Tunda Kesepakatan Dagang dengan AS di Tengah Investigasi Tarif Trump













