kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.325
  • EMAS681.000 0,89%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Negara Asia Pasifik sepakat jalankan TPP

Senin, 13 November 2017 / 10:01 WIB

Negara Asia Pasifik sepakat jalankan TPP

FILE PHOTO: The Philadelphia Energy Solutions oil refinery owned by The Carlyle Group is seen at sunset in Philadelphia March 26, 2014. Picture taken March 26, 2014. REUTERS/David M. Parrott/File Photo


KONTAN.CO.ID - DA NANG. Para pemimpin di kawasan Asia Pasifik sepakat tetap menjalankan perjanjian perdagangan Trans Pacific Partnership (TPP), meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik diri dari pakta dagang tersebut. Keputusan tersebut diambil di sela-sela KTT negara Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) di Da Nang, Vietnam.

Kesepakatan ini diambil 11 negara anggota TPP. Keputusan ini kontras dengan kebijakan Trump yang menginginkan perjanjian bilateral dan mendukung kesepakatan multinasional yang saat ini ingin dicapai oleh China. "Kami telah mengatasi bagian tersulit," kata Menteri Perdagangan Vietnam Tran Tuan Anh dalam sebuah konferensi pers seperti dikutip Reuters. Menurut dia, kesepakatan ini harus diselesaikan dan mereka sepakat menyebut dengan Comprehensive and Progressive Agrement for Trans Pacific Partnership (CPTPP).


Menteri Perekonomian Jepang Toshimitsu Motegi berharap kesepakatan tersebut bisa berjalan maju meski tanpa AS. Jepang bersikeras atas kesepakatan TPP untuk melawan dominasi China. Jepang juga ingin menghilangkan tarif pada produk industri dan pertanian pada 11 negara anggota TPP yang pada tahun lalu nilai arus perdagangannya mencapai US$ 356 miliar.

Perjanjian awal telah menyepakati 20 ketentuan. Di antaranya perlindungan hak-hak buruh dan lingkungan walaupun sebagian besar terkait dengan hak kekayaan intelektual. Hal itu menjadi poin utama setelah AS menarik diri. "Dampak keseluruhan pada kebanyakan perusahaan cukup sederhana," kata Deborah Elms,a analis Asia Trade Center.

Hampir gagal

Sebelum kesepakatan ini diambil, ada keraguan muncul lantaran Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau tidak hadir. Ketidakhadiran tersebut lantaran kesalahpahaman jadwal. Kanada merupakan negara dengan ekonomi terbesar kedua di antara negara TPP setelah Jepang. Posisi Kanada memang cukup rumit karena juga terikat pakta dagang dengan AS lewat Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Serikat (NAFTA).

Trudeau mengaku meski Kanada selalu berkaitan erat dengan AS, namun Kanada membutuhkan diversifikasi perdagangan melalui kesepakatan lain. Perdagangan NAFTA dengan Amerika Serikat tidak akan mempengaruhi sikap Kanada mengenai negosiasi TPP.

Dalam pidato di Vietnam, Trump menegaskan akan tetap menjalankan kesepakatan bilateral di Asia yang tidak akan merugikan AS. Sementara Presiden China Xi Jinping mengatakan multilateralisme dan globalisasi adalah tren yang tidak dapat diubah.

Zhang Jun, Direktur Jenderal Departemen Urusan Ekonomi Internasional dari Kementerian Luar Negeri China mengatakan China tidak akan terkena dampak TPP karena akan menjalankan kerjasama perdagangan dengan negara ASEAN melalui ASEAN Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).


Reporter: Avanty Nurdiana
Editor: Rizki Caturini
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0682 || diagnostic_web = 0.3688

Close [X]
×