kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Negara Eropa ramai-ramai tutup perbatasan dengan Inggris, ini penyebabnya


Senin, 21 Desember 2020 / 08:27 WIB
Negara Eropa ramai-ramai tutup perbatasan dengan Inggris, ini penyebabnya
ILUSTRASI. Negara Eropa ramai-ramai tutup perbatasan dengan Inggris, ini penyebabnya. REUTERS/Phil Noble


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - London. Sejumlah negara Eropa ramai-ramai menutup perbatasannya dari Inggris. Kebijakan itu diambil setelah muncul varian baru virus corona di Inggris.

Dikutip dari Skynew, Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan pertemuan darurat COBRA (Cabinet Office Briefing Rooms) pada Senin (21/12/2020). Juru bicara Downing Street Nomor 10 mengatakan, agenda darurat itu mendiskusikan situasi yang berkaitan dengan penerbangan internasional.

Paling kentara adalah sikap negara-negara di "Benua Biru" yang memberlakukan larangan kedatangan apapun dari Inggris karena varian baru virus corona. Perancis menjadi negara terbaru yang menerapkannya, setelah mereka mengumumkan penangguhan selama 48 jam, termasuk juga transportasinya.

Juru bicara "Negeri Anggur" juga menerangkan, penangguhan itu termasuk kargo yang diangkuat baik lewat darat, udara, maupun laut. Karena itu, Pelabuhan Dover menyatakan segala lalu lintas dari Inggris ke Perancis harus menunggu hingga adanya pengumuman lanjutan.

Baca juga: Tips merawat bayi di tengah pandemi, agar tidak terinfeksi virus corona

Eurostar dalam kicauannya menuturkan, menyusul larangan itu mereka hanya bisa mengoperasikan kereta jurusan Paris ke London pada 21-22 Desember. "Kami meminta kepada masyarakat, terutama pengangkut barang, untuk tak menuju Pelabuhan Kent atau rute ke Perancis lainnya," jelas Menteri Transportasi Grant Shapps.

Shapps mengatakan di Twitter, dia sudah memerkirakan akan terjadi penumpukan. Jadi, dia bekerja sama dengan otoritas Kent dan Highways England untuk mengurainya.

Sebelum Perancis, Irlandia melarang penerbangan dan penyeberangan feri dari Inggris selama 48 jam, hingga pemerintah mendiskusikannya lagi Selasa (22/12/2020). Belanda juga melarang adanya kedatangan dari "Negeri Ratu Elizabeth" selama sisa 2020 ini, dan bakal berdiskusi dengan Uni Eropa guna menanggulangi varian baru ini.




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×