kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45769,82   10,44   1.37%
  • EMAS915.000 -0,44%
  • RD.SAHAM -0.01%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Netanyahu dan Pimpinan Oposisi Benny Gantz Sepakat Berbagi Kekuasaan


Selasa, 21 April 2020 / 20:51 WIB
Netanyahu dan Pimpinan Oposisi Benny Gantz Sepakat Berbagi Kekuasaan
ILUSTRASI. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pesaingnya Benny Gantz.

Sumber: DW.com | Editor: Maria Ignatia Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - DW. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pesaingnya Benny Gantz, mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani kesepakatan hari Senin (20/4) untuk membentuk ”pemerintahan darurat nasional“.

Kesepakatan koalisi antara Partai Likud pimpinan Benjamin Netanyahu dan Partai Biru Putih pimpinan Benny Gantz mengakhiri kebuntuan politik yang sudah berlangsung sejak lama. Sebelumnya, dalam tiga kali pemilihan umum Israel, tidak ada pihak yang berhasil mencapai mayoritas mutlak. Sekalipun meraih suara terbanyak, Netanyahu berkali-kali gagal membentuk pemerintahan koalisi.

Isi kesepakatan yang dicapai tidak segera diumumkan, tetapi kedua politisi membuat pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh partainya masing-masing. Media lokal melaporkan, Benjamin Netanyahu dan Benny Gantz akan berbagi kekuasaan selama masa pemerintahan tiga tahun. Setelah satu setengah tahun, Benjamin Netayanhu akan mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri, digantikan oleh Benny Gantz.

Memecah kebuntuan beruntun

"Saya berjanji kepada Negara Israel, pemerintahan darurat nasional akan bekerja untuk menyelamatkan nyawa dan mata pencaharian warga Israel. Saya akan terus melakukan segalanya untuk Anda warga Israel," kata Netanyahu di akun Twitternya segera setelah kesepakatan tercapai.

Benny Gantz juga menulis kepada pendukungnya lewat Twitter: "Kami mencegah pemilihan umum keempat. Kami akan mempertahankan demokrasi. Kami akan memerangi corona dan mengurus semua warga Israel."

Perundingan alot, sepakat hadapi pandemi corona

Pekan lalu, baik kubu Benjamin Netanyahu maupun kubu Benny Gantz melewatkan tenggat waktu untuk menyusun koalisi dengan partai-partai yang lebih kecil, maupun koalisi besar. Namun mereka akhirnya diberi lebih banyak waktu setelah menyatakan bahwa mereka telah membuat "kemajuan signifikan" dalam negosiasi membentuk pemerintahan darurat untuk mencegah pemilu keempat.

Benny Gantz selama kampanye pemilu berjanji tidak akan menerima tawaran untuk ikut dalam pemerintahan Netanyahu, yang akhir tahun lalu menghadapi gugatan korupsi, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan.

Setelah perundingan alot, kedua politisi akhirnya sepakat membentuk koalisi setelah dunia diguncang pandemi corona. Israel saat ini mencatat lebih dari 13.600 kasus Covid-19, dengan jumlah kematian 173 orang.




TERBARU

[X]
×