kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Ngeri, dokter di Wuhan harus mempertaruhkan hidup saat menghadapi wabah virus corona


Sabtu, 01 Februari 2020 / 11:31 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi virus corona. Dokter dan perawat di Wuhan mempertaruhkan hidup mereka dalam menghadapi wabah virus corona. REUTERS/Thomas Peter


Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

“Emosi semakin tinggi karena rumah sakit telah berjalan pada kapasitas maksimum sejak awal Januari. Banyak yang tidak dapat menemukan tempat tidur. Tapi apa yang bisa kita lakukan?” Kata dokter, yang meminta namanya tidak dipublikasikan ini.

“Dokter dan perawat bekerja tanpa henti, bahkan shift tengah malam benar-benar penuh. Kami dikelilingi oleh pasien yang batuk di sebelah kami sepanjang malam,” kisahnya.

Hingga Jumat, lebih dari 9.600 orang di daratan China telah dikonfirmasi terinfeksi virus, dengan 213 kematian. Jumlah infeksi telah melampaui angka total yang dilaporkan dalam epidemi sindrom pernapasan akut pada 2002-2003.

Baca Juga: Update Virus Corona: Terjangkit 11.821, tewas 259, sembuh 243 (1/2 - 08:00 WIB)

Organisasi Kesehatan Dunia pada hari Kamis menyatakan wabah di China darurat kesehatan masyarakat global, mengutip potensi virus untuk menyebar ke negara-negara yang tidak memiliki kemampuan untuk menghadapinya.

Beijing mengatakan telah mengerahkan lebih dari 6.000 tenaga medis untuk membantu rekan-rekannya yang kelelahan di provinsi Hubei, di mana Wuhan adalah ibu kotanya. 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×