kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45774,37   -28,65   -3.57%
  • EMAS1.028.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Nike menghentikan penjualan produk lewat Amazon


Kamis, 14 November 2019 / 13:41 WIB
Nike menghentikan penjualan produk lewat Amazon
ILUSTRASI. Logo Nike. REUTERS/Lucy Nicholson

Sumber: CNBC,Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Nike memutuskan untuk menghentikan penjualan produknya secara langsung ke Amazon. Menurut manajemen Nike kepada CNBC, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari dorongan untuk menjual secara langsung lebih banyak lagi produk ke konsumen.

Melansir CNBC, penghentian secara mendadak ini akan mengakhiri uji coba yang diluncurkan Nike dan Amazon secara bersama-sama pada 2017 lalu. Pada saat itu, Nike setuju untuk menjual bermacam-macam produk secara terbatas kepada Amazon, dengan imbalan pengawasan yang lebih ketat atas pemalsuan produk. Itu termasuk sepatu atletik, pakaian dan aksesoris Nike.

Sebelum 2017, Nike telah menolak kesepakatan semacam itu dengan Amazon. Perusahaan lebih memusatkan perhatiannya pada pasar dan toko online sendiri. Ketakutan yang dialami banyak perusahaan biasanya adalah melakukan kemitraan dengan Amazon, sebuah perusahaan akan kehilangan kendali atas bagaimana mereknya terwakili di situs.

Baca Juga: Info penting bagi penggila sneakers, gerai Atmos bakal hadir di Indonesia

"Sebagai bagian dari fokus Nike pada peningkatan pengalaman konsumen melalui hubungan pribadi yang lebih langsung, kami telah membuat keputusan untuk menyelesaikan uji coba kami saat ini dengan Amazon Retail," kata juru bicara Nike kepada CNBC dalam sebuah pernyataan melalui email. “Kami akan terus berinvestasi dalam kemitraan yang kuat dan khas untuk Nike dengan peritel dan platform lainnya untuk melayani konsumen kami secara global dengan mulus.”

Juru bicara Nike juga menambahkan, pihaknya akan terus menggunakan Amazon Web Services untuk menjalankan situs webnya dan beberapa aplikasi seluler, seperti SNKRS.

Bloomberg pertama kali melaporkan perubahan itu Selasa malam. Amazon tidak segera menanggapi permintaan komentar CNBC.

Nike menghasilkan sekitar 30% dari penjualan tahunan dari bisnis langsung ke konsumen. Pada tahun fiskal yang berakhir 31 Mei 2019, penjualan langsung ke konsumen Nike mencapai US$ 11,8 miliar, didorong oleh lonjakan sebesar 35% dalam penjualan online dan pertumbuhan penjualan di toko yang sama sebesar 6%.

Baca Juga: Duh, Adidas akan menutup dua pabrik canggih bertenaga robot

Keputusan Nike ini menyusul pengangkatan anggota dewan Nike John Donahoe baru-baru ini, sebagai CEO pengecer pakaian olahraga berikutnya. Donahoe sebelumnya adalah CEO eBay dan merupakan pimpinan dewan direksi di PayPal. Ini menjadi sinyal bahwa Nike akan fokus pada e-commerce.

CEO saat ini, Mark Parker mengumumkan pada akhir Oktober, ia akan mundur dari jabatannya pada tahun 2020.

Parker mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Wilfred Frost dari CNBC bahwa Donahoe harus mendongkrak pertumbuhan penjualan Nike secara digital.



TERBARU

[X]
×