kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Aston Martin PHK 20% Karyawannya, Tertekan Tarif AS dan Lesunya China


Rabu, 25 Februari 2026 / 14:39 WIB
Aston Martin PHK 20% Karyawannya, Tertekan Tarif AS dan Lesunya China
ILUSTRASI. Aston Martin (REUTERS/Priyanshu Singh)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Produsen mobil mewah asal Inggris, Aston Martin memangkas sekitar 20% tenaga kerjanya setelah kinerja laba tahunan tercatat lebih buruk dari perkiraan pasar.

Langkah ini menjadi gelombang kedua pemutusan hubungan kerja (PHK), menandai periode sulit bagi perusahaan yang dikenal sebagai mobil ikonik James Bond tersebut.

Tertekan Tarif AS dan Lesunya China

Baca Juga: Trump Klaim “Zaman Keemasan Amerika” di Pidato Kenegaraan, Ekonomi Jadi Sorotan

Melansir Reuters Rabu (25/2/2026), manajemen menyebut sistem tarif berbasis kuota yang diterapkan Amerika Serikat sebagai “sangat mengganggu” operasional.

Di saat yang sama, permintaan di pasar utama China disebut “sangat lesu”, memperburuk tekanan terhadap penjualan global.

Kombinasi hambatan perdagangan dan pelemahan pasar China membuat kinerja perusahaan terpukul, di tengah kondisi industri otomotif premium yang makin kompetitif.

Beban Utang Masih Berat

Aston Martin juga masih bergulat dengan beban utang sekitar 1,38 miliar pound sterling (sekitar US$1,87 miliar).

Baca Juga: Bursa Australia Pecah Rekor Tertinggi, Ini Pemicu Kenaikannya!

Kesulitan menghasilkan arus kas yang stabil serta kebutuhan pendanaan berulang terus membayangi performa perusahaan, meskipun telah menerima beberapa suntikan modal dalam beberapa tahun terakhir.

Perusahaan memperkirakan arus kas masih akan mengalami tekanan sepanjang 2026, namun optimistis kondisi akan mulai membaik setelah periode tersebut.

Pemangkasan tenaga kerja ini diharapkan dapat menekan biaya operasional dan mempercepat restrukturisasi, di tengah tantangan global yang belum sepenuhnya mereda.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×