Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Nvidia telah menginvestasikan US$ 2 miliar di CoreWeave, menjadi pemegang saham terbesar kedua penyedia infrastruktur AI tersebut, seiring perusahaan-perusahaan tersebut memperluas kemitraan mereka untuk meningkatkan kapasitas pusat data di Amerika Serikat.
Mengutip Reuters, pengumuman pada hari Senin (26/1/2026) tersebut membuat saham CoreWeave naik 9% dalam perdagangan pre market.
Perusahaan-perusahaan yang disebut neocloud seperti CoreWeave, yang menyediakan perangkat keras dan kapasitas cloud yang dibutuhkan perusahaan teknologi untuk membangun, menjalankan, dan menerapkan teknologi AI, telah mengalami lonjakan permintaan dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan meningkatnya adopsi AI oleh perusahaan.
Baca Juga: Samsung Mulai Produksi Chip Generasi Terbaru Bulan Depan untuk Pasok Nvidia
Investasi baru dari Nvidia akan membantu CoreWeave mempercepat pengadaan lahan dan daya yang dibutuhkan untuk membangun pusat data. CoreWeave menargetkan untuk membangun lebih dari 5 gigawatt kapasitas pusat data AI pada tahun 2030.
Nvidia akan berinvestasi di CoreWeave dengan harga pembelian US$ 87,20 per saham, kata perusahaan tersebut. Ini mewakili penambahan sekitar 23 juta saham, hampir menggandakan kepemilikan saham Nvidia di perusahaan tersebut, menurut perhitungan Reuters berdasarkan data yang dikumpulkan oleh LSEG.
Nvidia adalah pemegang saham terbesar ketiga CoreWeave dengan kepemilikan saham sebesar 6,3%, atau 24,3 juta saham, di perusahaan tersebut.
Raksasa chip ini telah menuai sorotan karena menggelontorkan miliaran dolar ke perusahaan AI — termasuk pembuat ChatGPT, OpenAI, dan neocloud, yang menimbulkan kekhawatiran investor tentang potensi pembiayaan sirkular.
Baca Juga: Bos Raksasa Chip AS, Nvidia, Tengah Berada di Shangai, Lobi China soal Chip?
Seorang juru bicara CoreWeave mengatakan kepada Reuters bahwa uang tunai dari investasi baru tersebut tidak akan digunakan untuk membeli prosesor Nvidia, tetapi diarahkan untuk mempercepat investasi pusat data lainnya, penelitian dan pengembangan, serta peningkatan jumlah tenaga kerjanya.
Dulunya sebagai penambang mata uang kripto, CoreWeave telah beralih untuk memanfaatkan booming AI dengan mengubah fungsi infrastrukturnya untuk menyewakan GPU Nvidia kepada perusahaan teknologi dan AI.
“Nvidia adalah platform komputasi terkemuka dan paling banyak diminta di setiap fase AI... Kolaborasi yang diperluas ini menggarisbawahi kuatnya permintaan yang kami lihat di seluruh basis pelanggan kami,” kata CEO CoreWeave, Michael Intrator.













