Omicron Menguasai Dunia, Kasus COVID-19 Melampaui Angka 400 Juta

Kamis, 10 Februari 2022 | 05:12 WIB Sumber: Reuters
Omicron Menguasai Dunia, Kasus COVID-19 Melampaui Angka 400 Juta

ILUSTRASI. Berdasarkan penghitungan Reuters, kasus global COVID-19 melampaui 400 juta pada hari Rabu (9/2/2022). REUTERS/Jeenah Moon


KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Berdasarkan penghitungan Reuters, kasus global COVID-19 melampaui 400 juta pada hari Rabu (9/2/2022). Kondisi tersebut terjadi seiring semakin menyebarnya varian Omicron yang sangat menular di seluruh dunia. Kondisi ini mendorong sistem kesehatan di beberapa negara ke ambang kapasitas.

Melansir Reuters, varian Omicron, yang mendominasi lonjakan di seluruh dunia, menyumbang hampir semua kasus baru yang dilaporkan setiap hari. 

Meski jumlah kasus mulai menurun di banyak negara, rata-rata lebih dari 2 juta kasus dilaporkan setiap hari. 
Kematian, yang cenderung mengikuti kasus, telah meningkat 70% dalam lima minggu terakhir berdasarkan rata-rata tujuh hari.

Meski bukti awal dari beberapa negara menunjukkan bahwa Omicron lebih ringan daripada varian sebelumnya, sejumlah besar kasus berpotensi membebani sistem perawatan kesehatan secara global.

Baca Juga: Kemenkes: Mayoritas Pasien Covid-19 yang Meninggal Non-lansia dan Tanpa Komorbid

Reuters menganalisa, butuh lebih dari sebulan untuk kasus COVID-19 mencapai 400 juta dari 300 juta, dibandingkan dengan lima bulan untuk kasus mencapai 300 juta dari 200 juta. 

Pandemi telah menewaskan lebih dari 6 juta orang di seluruh dunia.

Lima negara teratas yang melaporkan kasus terbanyak dalam rata-rata tujuh hari antara lain Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Rusia, dan Brasil. Kelima negara ini menyumbang sekitar 37% dari semua kasus baru yang dilaporkan di seluruh dunia.

Amerika Serikat memimpin dunia dalam kasus terbanyak yang dilaporkan setiap hari, dengan satu juta kasus baru dilaporkan di negara itu setiap tiga hari. 

Baca Juga: 2 Gejala Omicron Siluman yang Patut Diwaspadai Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19

Kasus dan rawat inap di AS melambat dari puncaknya pada Januari tahun ini, menurut analisis Reuters. Namun, pada hari Jumat, negara itu melampaui 900.000 kematian terkait dengan COVID.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru