kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.997   4,00   0,02%
  • IDX 9.139   5,29   0,06%
  • KOMPAS100 1.261   -2,11   -0,17%
  • LQ45 892   -1,24   -0,14%
  • ISSI 335   0,29   0,09%
  • IDX30 456   1,04   0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,63   0,12%
  • IDX80 140   -0,19   -0,14%
  • IDXV30 149   0,34   0,23%
  • IDXQ30 146   0,22   0,15%

Operasi Khusus AS: Akankah Kim Jong Un Bernasib Seperti Maduro?


Selasa, 20 Januari 2026 / 06:43 WIB
Operasi Khusus AS: Akankah Kim Jong Un Bernasib Seperti Maduro?
ILUSTRASI. Film penangkapan Maduro ditayangkan di Korut. Ini sinyal Kim Jong Un waspadai ancaman AS yang nyata. (via REUTERS/KCNA)


Sumber: Daily Beast | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

“Beberapa staf Gedung Putih percaya kematiannya akan melumpuhkan negaranya,” tulis Joel Wit, mantan anggota tim perunding AS yang pernah memeriksa fasilitas nuklir Yongbyon setelah Korea Utara menandatangani kesepakatan penghentian produksi senjata nuklir pada 1994.

“Pergi dan tangkap Kim Jong Un, kami siap melakukan itu,” kata Wit dalam bukunya Fallout: The Inside Story of America’s Failure to Disarm North Korea. Seorang pejabat dikutip mengatakan, “Semua orang, termasuk Korea Utara, tahu bahwa membunuhnya adalah bagian dari rencana perang.”

Memang, Amerika mungkin perlu mengerahkan kekuatan yang lebih besar dibandingkan sekitar 150 pesawat dan beberapa ratus pasukan, termasuk pasukan elite Delta Force, yang digunakan untuk menangkap Maduro.

Namun Kim sadar bahwa dirinya, keluarganya, dan lingkaran terdekatnya bisa saja diseret ke dalam helikopter menuju kapal perang AS jauh sebelum Rusia dan China sempat bereaksi untuk membantu militer Korea Utara yang kekurangan logistik, kurang terlatih, dan tidak siap memberikan perlindungan instan kepada pemimpinnya.

Jika menangkap Kim terdengar seperti misi mustahil, perlu diingat bahwa ia sering tampil di depan publik, meninjau proyek industri dan pertanian, memeriksa pasukan, hingga menghadiri upacara resmi. Ia juga kerap muncul dalam peluncuran rudal, yang justru bisa menjadi momen paling ideal untuk menangkapnya saat ia sibuk berpose menekan tombol peluncuran.

Amerika Serikat pun sangat memahami apa yang diperlukan untuk menargetkan Kim. Pasukan AS telah berlatih selama bertahun-tahun untuk skenario tersebut. Latihan militer tahunan AS–Korea Selatan sebelumnya bahkan kerap ditutup dengan simulasi “decapitation” terhadap “pemimpin Korea Utara”, meski tanpa menyebut nama Kim secara langsung.

Tonton: Profil Evan Spiegel: Pendiri Snapchat, Sukses Mengubah Tren Media Sosial

Komando militer AS di Korea sempat menghilangkan istilah “decapitation” demi menghormati Korea Selatan, yang menilai bahasa tersebut tidak membantu upaya dialog dengan Pyongyang. Namun, istilah itu kembali mengemuka setelah penangkapan Maduro, sekaligus memunculkan pertanyaan di Pyongyang: siapa target berikutnya dalam daftar Amerika?

Sejumlah media internasional menyoroti dampaknya. South China Morning Post menulis bahwa Kim diperkirakan akan semakin bergantung pada “selimut pengaman nuklir” setelah kasus Venezuela. Media lain menyebut operasi “decapitation” AS terhadap Venezuela justru akan memperkuat ambisi nuklir Korea Utara.

Ancaman ini seharusnya mendorong Trump untuk bertindak cepat menyingkirkan sosok yang selama bertahun-tahun dianggap mengganggu stabilitas kawasan, sosok yang gemar melontarkan ancaman kehancuran nuklir sementara rakyatnya sendiri menderita kelaparan dan penyakit.

Unjuk kekuatan lewat penerbangan pembom berat AS nyaris tidak banyak mengubah ancaman yang ditimbulkan musuh-musuh Amerika. Kim tahu ia bisa menertawakan manuver udara semacam itu, atau bahkan pertemuan sia-sia lainnya dengan Trump.

Ancaman penangkapan ala Maduro jauh lebih efektif. Ketakutan terbesar Kim adalah Amerika, setelah bertahun-tahun melatih skenario “pemenggalan kepemimpinan”, akhirnya memutuskan untuk benar-benar melaksanakannya, membungkam sosok yang dianggap teroris utama Asia secepat saat mereka menyeret Maduro dan istrinya ke penjara di New York.

Selanjutnya: Cek 12 Saham LQ45 yang Naik di Atas 10 Persen Sejak Awal Tahun

Menarik Dibaca: Promo Subway Fresh Deals 4 Hari, 3 Sandwich Cuma 100 Ribu & Cheezy Deals Hemat




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×