kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Orang terkaya Thailand dan 12 pengusaha biayai proyek kereta cepat US$ 6,8 miliar


Senin, 13 Mei 2019 / 15:55 WIB

Orang terkaya Thailand dan 12 pengusaha biayai proyek kereta cepat US$ 6,8 miliar


KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Konglomerat Charoen Phokphand Group Thailand dan 12 pengusaha lainnya terpilih untuk membangun proyek kereta api berkecepatan tinggi US$ 6,8 miliar yang akan menghubungkan tiga bandara utama di negara itu, kata pemerintah.

Mengutip Reuters, dalam sebuah pernyataan resmi yang diberitakan Kantor Kebijakan Koridor Ekonomi Timur (EEC) mengungkapkan, komite yang diketuai oleh Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, memilih investor gabungan untuk kemitraan publik swasta yang membutuhkan jumlah investasi terendah dari pemerintah.


Keputusan pemerintah datang setelah negosiasi selama berbulan-bulan setelah Charoen Pokphand dan 12 perusahaan lain bersama-sama mengajukan penawaran untuk proyek senilai US$ 6,8 miliar tahun lalu.

Jalur kereta api akan menghubungkan bandara internasional utama Thailand, Suvarnabhumi ke bandara maskapai berbiaya rendah, Don Muang dan bandara U-Tapao di Thailand Timur.

Mengutip situs resmi EEC, proyek kereta berkecepatan tinggi ini dijadwalkan akan selesai dalam lima tahun dan akan beroperasi selama 45 tahun di bawah kemitraan.

Proyek EEC senilai US$ 45 miliar adalah kebijakan inti pemerintah untuk meningkatkan investasi di industri berteknologi tinggi karena transisi dari yang bergantung pada tenaga kerja murah.

Tujuannya adalah menjadikan timur sebagai pusat industri berteknologi tinggi seperti robot dan kendaraan listrik serta hub regional untuk pemeliharaan pesawat.

EEC berhasil menarik investasi 297 baht (US$ 9,3 miliar) pada tahun 2017.

Choroend Pokphand dipimpin oleh orang terkaya Thailand, Dhanin Chearavanont yang memiliki kekayaan bersih US$ 16,5 miliar, menurut perkiraan Forbes.

Charoen Pokphand sebelumnya mengatakan konsorsium dan mitra strategisnya termasuk CITIC Group Corp China, Konstruksi Kereta Api China, Hyundai KoreaSelatan, Siemens Jerman PCl, pengembangan Italia-Thailand dan JBIC.


Sumber : Reuters
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan


Close [X]
×