kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

P2P lending Ilegal China minta foto telanjang sebagai jaminan pinjaman


Minggu, 28 Juli 2019 / 19:38 WIB
P2P lending Ilegal China minta foto telanjang sebagai jaminan pinjaman


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

"Kami akan memperingatkan pengguna di masa depan untuk melindungi privasi mereka dan mendesak mereka untuk menghubungi polisi jika perlu," kata seorang juru bicara perusahaan.

Baca Juga: Iklan wanita rela digilir demi lunasi utang fintech jadi viral, ini pengakuan korban

Di Indonesia sendiri juga ada praktik penagihan oleh P2P lending illegal tidak sesuai etis. Terbaru meredar sebuah iklan yang menyatakan seorang perempuan rela digilir seharga Rp 1,054 juta demi melunasi utang di aplikasi financial technologly Incash

YI seorang pekerja swasta meminjam uang sebesar Rp 1 juta kepada Incash. Kala itu, Ia meminjam dana tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

“Pinjamnya belum ada dua minggu ini. Saya meminjam Rp 1 juta, tapi terima hanya Rp 680.000. Saya pinjam untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya kepada Kontan.co.id.

Ia meminjam dengan jangka waktu pinjaman atau tenor selama tujuh hari. Ia mengaku baru telat membayar satu hari, ia mendapatkan teror.

Baca Juga: Viral perempuan rela digilir demi lunasi utang fintech, ini kata OJK

“Baru telat sehari sudah diteror. Mereka bikin group whatsapp yang ada gambar saya dengan tulisan pelecehan. Itu pelanggaran UU ITE dan pencemaran nama baik. Makanya saya laporkan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Polrestabes,” jelas YI.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×