kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45795,33   3,48   0.44%
  • EMAS938.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.14%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.04%

Pakar asal China ini sebut virus corona dapat menular lewat mata


Sabtu, 25 Januari 2020 / 22:33 WIB
Pakar asal China ini sebut virus corona dapat menular lewat mata
ILUSTRASI. Salah satu pencegahan penyebaran virus corona

Sumber: Kompas.com | Editor: Anna Suci

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seorang pakar medis asal China meyakini, virus corona yang saat ini meresahkan dunia bisa menular lewat mata. Wang Guangfa adalah tokoh populer dalam dunia medis Negeri Panda, di mana dia membantu mengatasi wabah Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) pada 2003. 

Pakar pernapasan Rumah Sakit Pertama Universitas Peking Beijing itu mengaku terinfeksi virus corona, namun saat ini telah sembuh. Jumat (24/1), Wang Guangfa menyatakan, terkena virus itu saat mengunjungi Wuhan dua pekan lalu. 

Kota yang terletak di Provinsi Hubei tersebut merupakan asal muasal penyebaran patogen baru dengan kode 2019-nCov itu. "Saya punya energi untuk berselancar di WeChat, internet, maupun pesan teks, di mana saya tersentuh dengan doa dan harapan semua orang," paparnya. 

Wang menuturkan, dia meyakini terkena penyakit yang mirip SARS itu melalui penularan di mata karena tidak mengenakan pelindung lengkap. Dia mengungkapkan saat kejadian, dia sudah memakai masker N95 dan pakaian pelindung. "Tapi saya segera menyadari tidak memakai pelindung mata," ujarnya. 

Baca Juga: Seorang dokter di Wuhan meninggal dunia karena virus corona

Usai pulang dari Wuhan dan kembali ke Beijing, Wang menceritakan mulai menderita konjungtivis di bagian mata kirinya. Sekitar tiga jam kemudian, dia mengaku menderita demam dan radang selaput lendir yang parah. 

Dia menuturkan awalnya sempat mengira menderita flu. Dia memutuskan untuk mencoba tes virus corona setelah pengobatan flu tidak berhasil, di mana hasilnya adalah positif. 

Wang kemudian mengajukan asumsi, bahwa salah satu penularan patogen yang sudah menyebar hingga 12 negara itu adalah melalui mata.Menindaklanjuti klaim Wang, pakar dari Komisi Kesehatan Nasional China Li Lanjuan menyatakan, tim medis yang merawat pasien harus mengenakan goggle. 



TERBARU

[X]
×