kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Pakistan Tidak Ingin Meningkatkan Perselisihan dengan Iran


Jumat, 19 Januari 2024 / 19:52 WIB
Pakistan Tidak Ingin Meningkatkan Perselisihan dengan Iran
ILUSTRASI. Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bertemu saat peresmian perbatasan Mand-Pishin di Pishin, di perbatasan Pakistan-Iran, 18 Mei 2023. Kepresidenan Iran/WANA


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Para pemimpin sipil di Pakistan berkumpul untuk mendukung militer, meskipun ada perpecahan di arena politik menjelang pemilu nasional bulan depan. 

Bilawal Bhutto Zardari, mantan menteri luar negeri dan kandidat perdana menteri dari partainya, serta partai yang dipimpin oleh Nawaz Sharif, yang merupakan kandidat terdepan, menyatakan hak Pakistan untuk membela diri sambil mengusulkan dialog dengan Iran.

Partai Pakistan Tehreek-e-Insaaf (PTI) yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Imran Khan yang dipenjara juga mengutuk Iran, sambil menyebut serangan terhadap Pakistan sebagai kegagalan pemerintah sementara yang ditugasi mengawasi pemilu. 

Baca Juga: Serangan Kapal Membuat Asuransi Membatasi Proteksi

PTI menuntut penjelasan segera dari pemerintah yang dianggap tidak konstitusional, ilegal, tidak representatif, dan tidak melalui proses pemilihan atas kegagalan mereka dalam menjaga integritas, keamanan, dan pertahanan Pakistan.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×