kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.065   -51,80   -0,85%
  • KOMPAS100 792   -2,14   -0,27%
  • LQ45 597   -2,10   -0,35%
  • ISSI 211   -2,17   -1,02%
  • IDX30 338   -1,21   -0,36%
  • IDXHIDIV20 412   -3,14   -0,76%
  • IDX80 90   -0,27   -0,30%
  • IDXV30 111   -1,10   -0,99%
  • IDXQ30 108   -0,23   -0,22%

Panas, AS tuding Rusia, China, Iran berusaha mencegahnya mendapatkan vaksin corona


Jumat, 09 Oktober 2020 / 12:41 WIB
ILUSTRASI. Sebuah botol kecil berlabel stiker Vaksin di dekat jarum suntik medis di depan tulisan Coronavirus COVID-19 dalam foto ilustrasi yang diambil pada 10 April 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Direktur Pusat Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NCSC) William Evanina menuduh Rusia, China, juga Iran berusaha mencegah AS mendapatkan dan menggunakan vaksin virus corona baru.

Dalam sebuah wawancara dengan Hearst Television, Evanina menuduh "negara asing" berusaha mencegah AS mendapatkan vaksin terlebih dahulu.

"Tapi, begitu kita melakukannya, mereka pasti akan mencegah kita untuk mencoba memasukkannya ke tangan," katanya seperti dilansir kantor berita TASS. "China, Rusia, dan Iran berusaha mencegah kami mendapatkan vaksin".

Hanya, Evania tidak memberikan bukti untuk mendukung klaimnya.

Selain itu, menurut Evanina, taktik Rusia berubah dibandingkan dengan 2016.

Baca Juga: Rekor! WHO catat kenaikan harian tertinggi kasus virus corona global, Eropa memimpin  

"Perubahannya adalah Rusia tidak lagi menggunakan sebagian besar proxies and bots dan troll farms mereka sendiri, karena mereka tertangkap. Mereka sekarang mengambil informasi dari warga dan negara AS, dan mereka mengambil dan memperkuatnya," sebut dia.

Troll farms maksudnya kelompok troll internet yang dilembagakan, yang bertujuan untuk mencampuri opini politik dan pengambilan keputusan.

Manfaatkan diagnosis Covid-19 Trump 

Pada Juli lalu, Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC) juga mengklaim,  peretas yang bekerja untuk dinas intelijen Rusia berusaha mencuri informasi tentang pengembangan vaksin virus corona di Inggris, Kanada, dan AS. 

Ketika itu, juru bicara Kremlin alias Kantor Presiden Rusia Dmitry Peskov menyebut klaim Inggris itu tidak berdasar.

Baca Juga: Gedung Putih pastikan Donald Trump bisa kembali beraktivitas normal Sabtu ini




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×