kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.344   78,00   0,45%
  • IDX 7.101   28,83   0,41%
  • KOMPAS100 958   2,89   0,30%
  • LQ45 684   1,82   0,27%
  • ISSI 255   0,38   0,15%
  • IDX30 380   1,10   0,29%
  • IDXHIDIV20 465   2,14   0,46%
  • IDX80 107   0,37   0,34%
  • IDXV30 136   1,19   0,88%
  • IDXQ30 121   0,39   0,32%

Panas, AS tuding Rusia, China, Iran berusaha mencegahnya mendapatkan vaksin corona


Jumat, 09 Oktober 2020 / 12:41 WIB
ILUSTRASI. Sebuah botol kecil berlabel stiker Vaksin di dekat jarum suntik medis di depan tulisan Coronavirus COVID-19 dalam foto ilustrasi yang diambil pada 10 April 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Evanina mencurigai musuh AS mencoba memanfaatkan diagnosis Covid-19 Presiden Donald Trump saat ini. Dia sekali lagi menuduh Rusia, China, dan Iran mencampuri proses pemilihan presiden AS.

"Saya pikir, itu adalah luka terbuka bagi musuh kita untuk memanfaatkan tidak hanya Covid-19, tapi sekarang presiden telah didiagnosis (Covid-19), itu memberi mereka kesempatan, untuk sekali lagi, tidak hanya meningkatkan, memperburuk, dan memperkuat pesan di kedua sisi (calon presiden dari Partai Demokrat dan Republik)," katanya.

"Kami akan terus melihat aktivitas yang lebih agresif dari musuh kami terhadap Presiden sehubungan dengan situasi COVID-nya. Jadi, itu masalah bagi kami di tingkat keamanan nasional," ujar dia. 

"Saya pikir, mengoreksi informasi, memberikan skenario yang benar kepada rakyat Amerika sangat penting, sehingga musuh asing kita tidak mengekstrapolasi informasi yang salah," imbuh Evanina.

Ketika ditanya apakah negara lain berusaha mempengaruhi proses pemilihan di Amerika Serikat, Evanina menyebut Arab Saudi, Venezuela, Kuba dan Turki.

Selanjutnya: Akhirnya, China ikut bergabung dalam program vaksin corona COVAX




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×