Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - LONDON. Pertemuan panel negara pengekspor minyak OPEC+ pada Minggu (5/4/2026 menyatakan keprihatinan tentang serangan terhadap aset energi selama perang Amerika Serikat (AS)-Israel di Iran.
OPEC menyebut serangan terhadap aset energi tersebut harus dibayar mahal dan memakan waktu untuk diperbaiki dan berdampak pada pasokan energi, menurut draf pernyataan yang dilihat oleh Reuters.
"Komite tersebut menyoroti 'pentingnya' pengamanan jalur maritim internasional untuk memastikan kelancaran aliran energi," demikian pernyataan panelOPEC+ tersebut.
Baca Juga: Trump dan Israel Menekan Iran Menjelang Tenggat Waktu untuk Membuka Selat Hormuz
Komite OPEC+ juga menyatakan keprihatinan terkait serangan terhadap infrastruktur energi.
Menurut OPEC, pemulihan aset energi yang rusak hingga kapasitas penuh membutuhkan biaya besar dan waktu yang lama, sehingga memengaruhi ketersediaan pasokan secara keseluruhan.
Baca Juga: Laporan Intelejen AS Sebut Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz untuk Tekan Trump













