Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - DUBAI. Pasar saham Uni Emirat Arab anjlok pada Senin (23/3/2026), setelah Iran memperingatkan akan menyerang infrastruktur energi dan air di seluruh Teluk jika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menindaklanjuti ancamannya untuk menyerang jaringan listrik Iran.
Trump mengancam akan "menghancurkan" pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam, sebuah eskalasi signifikan hanya sehari setelah ia berbicara tentang "mengakhiri" perang, yang sekarang memasuki minggu keempat.
Setelah lebih dari tiga minggu serangan udara intensif AS dan Israel yang secara signifikan menurunkan produksi dan kemampuan peluncuran rudal Iran, Teheran terus menunjukkan kemampuannya untuk membalas secara efektif.
Konflik regional yang sedang berlangsung telah menyebabkan kenaikan tajam harga energi, mengganggu perjalanan udara, dan sangat berdampak pada operasi pengiriman melalui Selat Hormuz.
Baca Juga: Bursa Saham Australia Ditutup Melemah ke Level Terendah 10 Bulan, Timur Tengah Panas
Senin (23/3/2026), indeks saham utama Dubai anjlok 2,7% pada perdagangan awal, terseret oleh penurunan 4,6% saham pengembang properti unggulan Emaar Properties dan penurunan 2,9% pada sahampemberi pinjaman utama Emirates NBD Bank.
Indeks acuan Abu Dhabi merosot 1,6%, dengan saham raksasa real estat Aldar Properties turun 5% dan Abu Dhabi Commercial Bank turun 4,9%.
Saham perusahaan air dan listrik yang terdaftar di bursa Abu Dhabi, Abu Dhabi National Energy Company (lebih dikenal sebagai TAQA), turun 3,6%. Dubai Electricity and Water Authority turun 0,8%.
SahamAdnoc Gas merosot 2,7% setelah perusahaan tersebut mengatakan telah melakukan penyesuaian sementara terhadap produksi gas alam cair dan cairan yang diperdagangkan untuk ekspor sebagai respons terhadap gangguan pengiriman yang sedang berlangsung di Selat Hormuz.
"Operasi terus berjalan dengan aman di seluruh aset ADNOC Gas plc," kata ADNOC Gas seperti dilansir Reuters. "Setelah puing-puing jatuh di dekat fasilitas tertentu, inspeksi memastikan tidak ada cedera dan tidak ada dampak pada integritas pemrosesan inti."
Indeks Dubai mengalami penurunan sebesar 10,7% sejak awal tahun, sementara indeks Abu Dhabi turun 5,9%, menurut data LSEG.
Baca Juga: Perang Iran Makin Membara, Dolar AS Kian Perkasa













