kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 16.995   46,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Bursa Saham Australia Ditutup Melemah ke Level Terendah 10 Bulan, Timur Tengah Panas


Senin, 23 Maret 2026 / 14:12 WIB
Bursa Saham Australia Ditutup Melemah ke Level Terendah 10 Bulan, Timur Tengah Panas
ILUSTRASI. Saat bursa Australia merosot ke level terendah 10 bulan usai ditutup melemah 0,7% ke 8.365,9 pada hari ini (23/3/2026)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Bursa saham Australia merosot ke level terendah dalam 10 bulan karena meningkatnya ancaman antara Washington dan Teheran, yang menandakan konflik dapat berlanjut selama berminggu-minggu dan mendorong harga minyak lebih tinggi. Hal tersebut memicu kekhawatiran inflasi global dan membuat investor tetap waspada.

Senin (23/3/2026), indeks S&P/ASX-200 ditutup turun 0,7% menjadi 8.365,9, level terendah sejak akhir Mei 2025. Indeks acuan ini telah kehilangan lebih dari 9% pada bulan ini, yang diperkirakan akan menjadi yang terburuk sejak Mei 2022, ketika inflasi yang melonjak dan kekhawatiran kenaikan suku bunga mengguncang pasar setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Indeks ini juga diperkirakan akan mengalami penurunan terlemah di bulan Maret sejak aksi jual akibat COVID-19 pada tahun 2020, dengan indeks kekuatan relatifnya turun di bawah 30 untuk pertama kalinya sejak akhir November, menandakan kondisi jenuh jual.

Baca Juga: Tender Offer Toyota untuk Toyota Industries Ditutup

Shane Oliver, kepala ekonom dan kepala strategi investasi AMP mengatakan, penyedia jasa keuangan tersebut memperkirakan perang dan guncangan harga minyak terkait akan bersifat sementara, meskipun masih bisa berlanjut selama beberapa minggu, mendorong harga minyak naik.

Oliver bilang, saham Australia dapat menghadapi risiko melemah setidaknya 15% di tahun ini, dengan risiko besar terjadinya penurunan yang lebih dalam.

Indeks acuan telah turun lebih dari 10% dari rekor tertingginya di posisi 9.202,90 yang dicapai pada 26 Februari 2026 silam.

Tekanan bagi bursa saham makin kencang setelah Iran mengatakan akan menyerang sistem energi dan air negara-negara tetangganya di Teluk jika Washington menyerang jaringan listriknya, menggarisbawahi meningkatnya risiko terhadap infrastruktur regional saat perang memasuki minggu keempatnya.

Hal itu menambah tekanan pada pasar yang sudah terguncang oleh sikap agresif Bank Sentral Australia pekan lalu, ketika memperingatkan bahwa kenaikan harga bahan bakar akibat konflik dapat memperburuk inflasi jika berlanjut. Investor kini menunggu data inflasi Februari yang akan dirilis Rabu (25/3/2026).

Saham-saham keuangan yang sensitif terhadap suku bunga turun 0,6% ke level terendah dua minggu, dengan empat bank besar kehilangan antara 0,8% dan 1,8%.

Baca Juga: Goldman Sachs dan JP Morgan Kompak Kerek Proyeksi Harga Minyak, Disokong Konflik Iran

Saham pertambangan juga turun 2,6%, dengan saham Rio Tinto dan BHP masing-masing melemah 1,7% dan 0,8%. Saham perusahaan tambang emas juga turun, sebesar 7,3% ke level terendah sejak akhir September 2025 setelah harga emas batangan turun.

Berlawanan dengan tren, saham-saham energi naik 1,2% karena harga minyak yang melonjak.

Indeks acuan S&P/NZX '50 Selandia Baru turun 0,7% menjadi 12.899,72 poin.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×