kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.023.000   -45.000   -1,47%
  • USD/IDR 16.823   -17,00   -0,10%
  • IDX 8.322   41,40   0,50%
  • KOMPAS100 1.169   5,71   0,49%
  • LQ45 843   5,44   0,65%
  • ISSI 297   2,30   0,78%
  • IDX30 446   4,50   1,02%
  • IDXHIDIV20 535   5,84   1,10%
  • IDX80 130   0,54   0,41%
  • IDXV30 146   2,84   1,99%
  • IDXQ30 144   1,31   0,92%

Paramount Naikkan Tawaran, Netflix Terancam Gagal Akuisisi Warner Bros


Rabu, 25 Februari 2026 / 16:49 WIB
Paramount Naikkan Tawaran, Netflix Terancam Gagal Akuisisi Warner Bros
ILUSTRASI. Paramount kembali ke meja perundingan dengan tawaran US$31 per saham untuk WBD. Netflix terancam, investor harus tahu detail baru ini! (REUTERS/Mike Blake)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan akuisisi raksasa media asal Amerika Serikat, Warner Bros. Discovery (WBD), semakin memanas.

Perusahaan tersebut pada Selasa waktu setempat membuka kembali peluang negosiasi dengan Paramount Skydance, setelah penawar rival itu menaikkan tawarannya menjadi US$31 per saham.

Langkah ini menandai babak baru dalam perang penawaran atas studio legendaris di balik waralaba besar seperti Batman dan Harry Potter. Dewan direksi Warner kini memberi sinyal bahwa Netflix berpotensi kehilangan statusnya sebagai kandidat pembeli utama.

Paramount Naikkan Tawaran dan Jaminan Regulasi

Paramount kembali ke meja perundingan pekan lalu dengan mengisyaratkan penawaran tunai yang lebih tinggi bagi pemegang saham Warner.

Baca Juga: Belum Final, Warner Bros Tengah Pertimbangkan Tawaran Harga Baru dari Paramount

Dalam proposal revisinya, Paramount menaikkan biaya terminasi (termination fee) menjadi US$7 miliar dari sebelumnya US$5,8 miliar apabila kesepakatan gagal memperoleh persetujuan regulator.

Tak hanya itu, Paramount juga sepakat membayar tambahan 25 sen per saham per kuartal kepada pemegang saham Warner untuk setiap kuartal setelah 30 September apabila transaksi belum rampung.

Perusahaan juga bersedia menyuntikkan tambahan ekuitas jika perbankan meragukan kapasitas pembiayaan saat penutupan transaksi.

Meski demikian, dewan Warner menyatakan belum menentukan apakah proposal terbaru Paramount lebih unggul dibandingkan rencana merger dengan Netflix. Jika muncul kesepakatan yang dinilai lebih superior, Netflix memiliki waktu empat hari kerja untuk merevisi tawarannya.

Netflix menolak berkomentar atas perkembangan tersebut.

Dalam pernyataannya, Paramount menyambut baik keputusan dewan WBD dan berharap dapat melanjutkan diskusi konstruktif demi memberikan manfaat optimal bagi pemegang saham, komunitas kreatif, dan konsumen.

Struktur Penawaran Berbeda, Nilai Transaksi Jadi Subjektif

Kompleksitas persaingan ini semakin tinggi karena Netflix dan Paramount menawar aset yang berbeda.

Paramount mengajukan penawaran tunai US$31 per saham untuk mengakuisisi seluruh perusahaan. Sementara itu, Netflix menawarkan US$27,75 per saham secara tunai, dengan total nilai sekitar US$82,7 miliar termasuk utang bersih, untuk studio film dan televisi Warner, katalog konten, serta layanan streaming HBO Max.

Baca Juga: Perang Akuisisi Warner Bros Memanas, Paramount Naikkan Tawaran

Warner sendiri berencana memisahkan divisi televisinya menjadi perusahaan terpisah yang akan diperdagangkan secara publik dengan nama Discovery Global.

Nilai penawaran Netflix sebagian bergantung pada tingkat utang dan valuasi ekuitas Discovery Global setelah mulai diperdagangkan.

Dewan Warner memperkirakan Discovery Global dapat bernilai antara US$1,33 hingga US$6,86 per saham, yang berpotensi mendorong total imbal hasil pemegang saham melampaui tawaran Paramount sebelumnya sebesar US$30 per saham.

Matthew Dolgin, analis ekuitas senior Morningstar, menilai penentuan kesepakatan terbaik akan tetap bersifat subjektif karena kedua pihak tidak menawar aset identik. Ia bahkan memperkirakan potensi gugatan pemegang saham jika Netflix akhirnya terpilih.

Warner Bros. dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartalan pekan ini, yang dapat memberikan gambaran lebih jelas terkait valuasi aset televisi kabelnya. Sementara itu, Paramount akan melaporkan kinerjanya pada Rabu.

Menariknya, kapitalisasi pasar kedua calon pembeli justru mengalami penurunan selama saga penawaran ini berlangsung. Ross Benes, analis senior eMarketer, mempertanyakan apakah kenaikan tawaran didorong murni oleh pertimbangan bisnis atau faktor ego korporasi.

Pertarungan Bernilai Tinggi di Industri Hollywood

Siapa pun pemenangnya, transaksi ini akan mengubah peta kekuatan Hollywood. Akuisisi Warner berarti menguasai salah satu studio paling prestisius di industri hiburan, lengkap dengan perpustakaan konten masif dan waralaba bernilai tinggi seperti “Game of Thrones” serta karakter DC Comics.

Netflix dinilai memiliki cadangan kas yang cukup untuk kembali menaikkan tawarannya atas pemilik HBO Max. Namun, Paramount menegaskan memiliki jalur yang lebih jelas untuk memperoleh persetujuan regulator AS dibandingkan Netflix.

Baca Juga: Warner Bros Beri Waktu 7 Hari Bagi Paramount untuk Beri Tawaran Baru yang Lebih Oke

Paramount sebelumnya juga mengisyaratkan kesiapan untuk meluncurkan tantangan terhadap dewan direksi Warner dalam rapat umum tahunan tahun ini jika tawarannya ditolak.

Salah satu kandidat direktur potensial yang diusulkan adalah CEO Pentwater Capital Management, Matthew Halbower, yang merupakan salah satu pemegang saham terbesar Warner.

Di sisi lain, investor aktivis Ancora Holdings yang memiliki sebagian kecil saham Warner turut meningkatkan tekanan dengan menyatakan bahwa perusahaan tidak cukup terbuka dalam bernegosiasi dengan Paramount.

Warner sebelumnya menegaskan bahwa dewan direksi memiliki rekam jejak dalam bertindak demi kepentingan terbaik perusahaan dan pemegang saham. Perusahaan juga telah menjadwalkan pemungutan suara pemegang saham atas kesepakatan dengan Netflix pada 20 Maret mendatang.

Selanjutnya: BMW Akan Menarik Kembali 58.713 Kendaraan di AS Karena Kerusakan Rangkaian Kabel

Menarik Dibaca: Ramadhan With OYO, Ada Diskon Menginap hingga 75% dan Gratis Tambahan Menginap




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×