kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45787,20   0,76   0.10%
  • EMAS1.012.000 0,40%
  • RD.SAHAM -0.26%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Partai pendukung Presiden Moon Jae-in kembali kuasai parlemen Korea Selatan


Kamis, 16 April 2020 / 10:10 WIB
Partai pendukung Presiden Moon Jae-in kembali kuasai parlemen Korea Selatan
ILUSTRASI. Partai Demokrat yang mendukung Presiden Monn Jae-in kembali kuasai parlemen Korea Selatan

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Partai Demokrat yang mendukung kepemimpinan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menang mutlak dalam pemilihan parlemen. Hasil pemilihan parlemen yang diungkapkan pada Kamis (16/4) ini menunjukkan, kemenangan besar yang didorong oleh keberhasilan Moon Jae-in dalam upaya menahan virus corona baru.

Pemilu ini disaksikan di seluruh dunia sebagai salah satu pemungutan suara nasional pertama sejak pandemi virus corona dimulai.

Pihak berwenang mengambil langkah-langkah keamanan yang ketat, mendisinfeksi sekitar 14.000 tempat pemungutan suara dan mengharuskan pemilih mengenakan topeng, memeriksa suhunya, menggunakan pembersih tangan dan sarung tangan plastik dan menjaga jarak yang aman dari yang lain.

Baca Juga: Begini strategi Korea yang sukses mengendalikan corona tanpa lockdown

Didorong oleh rekor partisipasi tinggi dalam pemungutan suara awal selama akhir pekan, jumlah pemilih kali ini mencapai 66,2%. Menurut Komisi Pemilihan Umum Korea, angka tersebut lebih tinggi daripada pemilihan parlemen yang diadakan sejak 1992. 

Sekitar 2.800 pasien virus corona diizinkan untuk memilih melalui surat atau secara langsung, menggunakan bilik khusus. Sementara lebih dari 13.000 orang yang dikarantina menyerahkan surat suara mereka setelah pemilihan ditutup.

Peringkat Moon dan Partai Demokrat-nya mengalami pukulan serius pada Februari ketika wabah besar pertama di luar China menghantam Korea Selatan. Padahal Negeri Gingsen ini sudah terhuyung-huyung akibat ekonomi yang mandek dan serangkaian skandal politik dalam negeri.



TERBARU

[X]
×