kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.818   84,00   0,50%
  • IDX 7.858   -462,75   -5,56%
  • KOMPAS100 1.087   -61,63   -5,36%
  • LQ45 775   -37,79   -4,65%
  • ISSI 282   -22,55   -7,39%
  • IDX30 404   -13,88   -3,32%
  • IDXHIDIV20 481   -12,24   -2,48%
  • IDX80 120   -6,95   -5,47%
  • IDXV30 132   -6,27   -4,54%
  • IDXQ30 130   -3,79   -2,82%

Pasar Global Kamis (29/1): Reli Saham Teknologi Asia Rehat, Emas Terus Cetak Rekor


Kamis, 29 Januari 2026 / 09:23 WIB
Pasar Global Kamis (29/1): Reli Saham Teknologi Asia Rehat, Emas Terus Cetak Rekor
ILUSTRASI. Bursa Asia - Jepang (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pasar saham Asia yang sebelumnya melaju kencang mengambil jeda pada Kamis (29/1/2026), seiring kehati-hatian investor menyusul kinerja keuangan sektor teknologi yang beragam dan menjelang rilis laporan keuangan Apple.

Di saat yang sama, dolar AS masih tertekan meski mendapat dukungan verbal dari pejabat Amerika Serikat dan Eropa.

Sementara itu, harga emas dan perak melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa, didorong arus investasi ke aset fisik.

Baca Juga: News Corp Milik Murdoch Ekspansi ke Barat AS, Luncurkan California Post

Harga minyak juga naik ke level tertinggi dalam empat bulan terakhir setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan terhadap Iran jika negara itu tidak mencapai kesepakatan terkait senjata nuklir.

Bank Sentral AS (The Federal Reserve) mempertahankan suku bunga, sesuai ekspektasi pasar.

Ketua The Fed Jerome Powell menyebut prospek ekonomi AS “jelas membaik” dan menegaskan adanya dukungan luas di internal komite untuk mempertahankan jeda kebijakan.

Powell juga enggan berkomentar apakah ia akan tetap menjabat sebagai gubernur The Fed setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada Mei, di tengah tekanan Trump agar bank sentral memangkas suku bunga lebih agresif.

Pelaku pasar merespons dengan memangkas peluang pemangkasan suku bunga lanjutan pada April menjadi 26%, sementara Juni dipandang sebagai waktu paling memungkinkan dengan probabilitas 61%.

Baca Juga: Dolar AS Masih Tertekan Kamis (29/1) Pagi, Pasar Waspadai Akumulasi Risiko Global

Saham Asia Terkoreksi Usai Reli Tajam

Di tengah jeda kebijakan moneter, investor mengandalkan laporan kinerja emiten untuk menopang pasar saham.

Samsung Electronics sempat memberi sentimen positif setelah mencatat lonjakan laba operasional hingga tiga kali lipat, seiring melonjaknya harga chip akibat perlombaan pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Namun, dengan banyak sentimen positif yang sudah tercermin dalam harga, bursa Korea Selatan justru turun 1,2% meski masih mencatat kenaikan sekitar 21% sepanjang bulan ini.

Baca Juga: Pernyataan Hasil FOMC The Fed (28 Januari 2026)

Pasar saham Taiwan yang sarat saham teknologi telah menguat hampir 14% dalam periode yang sama.

Indeks Nikkei Jepang melemah tipis 0,1%, tertekan fluktuasi nilai tukar yen dan lonjakan imbal hasil obligasi domestik. Indeks MSCI saham Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,6%.

Di Eropa, kontrak berjangka EUROSTOXX 50 dan FTSE masing-masing turun 0,2%, sementara DAX futures terkoreksi 0,1%.

Wall Street Menanti Apple

Di Amerika Serikat, kontrak berjangka S&P 500 turun 0,2% dan Nasdaq melemah 0,1%. Pasar bereaksi terhadap kekecewaan atas kinerja Microsoft yang beradu dengan prospek positif dari Meta Platforms.

Saham Microsoft anjlok 6,5% pada perdagangan setelah jam bursa karena kekhawatiran belanja modal (capex) yang sangat besar tidak akan sebanding dengan imbal hasil, mengingat valuasi saham yang sudah tinggi.

Baca Juga: Hubungan AS-Korea Memanas: Trump Naikkan Tarif, Ini Penyebabnya

Sebaliknya, Meta menaikkan proyeksi pendapatan dan capex 2026, mendorong sahamnya melonjak 8% dan menambah kapitalisasi pasar sekitar US$140 miliar.

“Tema yang sama dari Meta dan Microsoft adalah belanja capex AI yang lebih besar dari perkiraan, menandakan momentum investasi AI masih kuat,” tulis analis JPMorgan.

Perbedaannya, Meta juga secara signifikan menaikkan proyeksi pendapatan 2026 di atas ekspektasi pasar.

Fokus investor kini tertuju pada laporan keuangan Apple. JPMorgan memperkirakan laba Apple akan melampaui konsensus, didorong permintaan kuat iPhone 17 dan pertumbuhan biaya yang lebih terkendali.

Bank tersebut juga menaikkan target harga saham Apple akhir 2026 menjadi US$315 dari US$305.

Baca Juga: AS Serahkan Kembali Kapal Tanker Sitaan ke Venezuela

Dolar Tertekan, Emas dan Minyak Menguat

Di pasar valuta asing, dolar AS tetap berada di bawah tekanan akibat ketidakpastian kebijakan AS dan meningkatnya beban utang pemerintah.

Dukungan dari pejabat AS dan Eropa dinilai hanya memberi dampak terbatas.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan pemerintah masih menganut kebijakan dolar kuat, setelah Trump sebelumnya terkesan membiarkan pelemahan mata uang tersebut.

Di Eropa, sejumlah pejabat menyuarakan kekhawatiran atas pelemahan dolar, sementara Bank Sentral Eropa (ECB) mengisyaratkan penguatan euro yang terlalu tajam bisa memicu pemangkasan suku bunga.

Euro naik 0,2% ke US$1,1973. Dolar AS melemah 0,4% terhadap franc Swiss ke 0,7657 dan turun 0,3% terhadap yen Jepang ke 152,97.

Baca Juga: Ekonomi Tangguh, Bank Sentral Singapura Belum Ubah Arah Kebijakan

“Pelemahan dolar lebih lanjut akan meningkatkan kemungkinan ECB dan bank sentral lain memangkas suku bunga, serta membuka peluang pasar negara berkembang mengulangi kinerja positif tahun lalu,” kata ekonom Capital Economics, Jack Allen-Reynolds.

Pelemahan dolar turut mendorong minat pada aset keras. Harga emas naik 1,8% ke US$5.485 per ons, dengan kenaikan sepanjang Januari mencapai 27%. Harga perak dan tembaga juga melonjak tajam.

Harga minyak melanjutkan reli di tengah kekhawatiran potensi aksi militer AS terhadap Iran dapat mengganggu pasokan global.

Minyak Brent naik 0,6% ke US$68,80 per barel, sementara minyak mentah AS menguat 0,7% ke US$63,65 per barel.

Selanjutnya: Federal Reserve Issues FOMC Statement January 10, 2026 (2:00 p.m. EST)​

Menarik Dibaca: Rekomendasi HP Android Terbaik 1 Jutaan: Kaget Lihat Performa Gaming & Kameranya




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×