Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) bergerak naik pada perdagangan Jumat (29/8/2025), meski yield tenor 2 tahun tetap berada di jalur penurunan bulanan terdalam dalam setahun.
Pergerakan ini terjadi menjelang libur panjang Hari Buruh di AS dan setelah rilis data inflasi yang sesuai ekspektasi pasar.
Baca Juga: Kurva Imbal Hasil Obligasi AS Menanjak, Usai Trump Pecat Gubernur The Fed Lisa Cook
Departemen Perdagangan AS melaporkan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE Price Index) naik 0,2% pada Juli 2025, setelah sebelumnya naik 0,3% di Juni.
Jika tidak memasukkan komponen makanan dan energi yang fluktuatif, PCE inti tercatat naik 0,3%, sama dengan bulan sebelumnya.
Data inflasi tersebut memperkuat keyakinan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan 16–17 September mendatang.
Kontrak Fed funds futures kini mencatatkan probabilitas 89% terjadinya pemangkasan suku bunga, naik dari 84% sebelum data PCE dirilis.
“Data ini bisa dicatat sebagai satu lagi faktor yang tidak akan menggagalkan pemangkasan suku bunga September. Inflasi, setidaknya dari ukuran ini, tidak mengurangi peluang cut,” ujar Michael Lorizio, Head of U.S. Rates Trading di Manulife Investment Management, Boston.
Baca Juga: Konsumsi AS Solid Juli, Sinyal Kuat Jelang Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Optimisme pasar terhadap pemangkasan suku bunga semakin meningkat setelah Ketua The Fed Jerome Powell pekan lalu menyampaikan nada dovish dengan menekankan risiko pelemahan pasar tenaga kerja.
Sementara itu, dinamika politik ikut menambah ketidakpastian. Upaya Presiden AS Donald Trump untuk memecat Gubernur The Fed Lisa Cook tengah diuji di pengadilan.
Jika Trump berhasil, ia berpeluang menunjuk anggota The Fed yang lebih dovish dan mendorong kebijakan moneter lebih longgar.
Meski demikian, imbal hasil Treasury sedikit naik pada Jumat karena investor menutup posisi menjelang akhir bulan dan bersiap menghadapi pekan depan yang diperkirakan ramai penerbitan obligasi korporasi setelah libur musim panas.
“Pekan depan pasar primer akan sangat aktif, khususnya di obligasi korporasi,” tambah Lorizio.
Baca Juga: Ekonomi India Tumbuh 7,8% di Kuartal II 2025, Kuat Meski Dihantam Tarif Tinggi AS
Imbal hasil US Treasury 2 tahun tercatat naik tipis 0,2 basis poin ke 3,637%, namun sepanjang Agustus sudah turun 32 bps, penurunan bulanan terbesar sejak Agustus tahun lalu.
Sementara itu, yield Treasury 10 tahun naik 2,3 bps ke 4,23%.
Spread antara yield tenor 2 tahun dan 10 tahun kini berada di 57 basis poin, melebar 16 bps sepanjang bulan ini, pelebaran terbesar sejak April.