Pasar optimistis, bursa Asia kompak menguat hari ini

Senin, 13 Desember 2021 | 15:41 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Pasar optimistis, bursa Asia kompak menguat hari ini

ILUSTRASI. Bursa saham Asia. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa saham Asia menguat lebih tinggi pada hari Senin (13/12) karena investor bersiap untuk menghadapi hasil pertemuan 17 bank sentral minggu ini. Di Jepang, indeks Nikkei naik 1,0% sebagai sentimen terbaik sejak akhir 2018. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik juga naik 0,8% setelah meningkat 1,7% pada minggu lalu. 

Saham China juga naik 1,4% menjadi lonjakan 3,1% pekan lalu di tengah harapan untuk lebih banyak stimulus setelah Beijing baru-baru ini melonggarkan persyaratan cadangan bank.

Di Amerika Serikat, Wall Street juga berjalan beriringan dengan Nasdaq berjangka yang sama - sana naik 0,3%. Sementara indeks berjangka S&P 500 naik 0,2%.

Pasar uang bersikap tenang dengan risiko kenaikan suku bunga The Fed. Hal ini memberi sinyal inflasi akan lebih rendah dalam jangka panjang. Selain itu, kemungkinan berdampak rendah terhadap pasar uang. 

Baca Juga: Menanti aksi The Fed, bursa saham Asia menguat

Sementara itu, imbal hasil obligasi 10 tahun memang naik 12 basis poin pada minggu lalu. Namun masih pada level 1,49%, jauh di bawah dari realisasi tertinggi untuk tahun ini sebesar  1,776%.

Prospek Fed yang lebih agresif telah mendukung penguatan dolar AS, meskipun stagnan dalam beberapa hari terakhir. "Kami pikir batas untuk kejutan hawkish dari Fed ditetapkan tinggi, kecuali jika ada revisi besar untuk panduan ke depan, reli dolar tampaknya akan berhenti," kata Jonathan Petersen, ekonom pasar di Capital Economics di kutip dari Reuters, Senin (13/12). 

“Yang mengatakan, ada ruang bagi dolar untuk terapresiasi lebih jauh selama tahun depan,” lanjutnya.

Pada hari Senin, indeks dolar stabil di 96.069, setelah bertahan antara 95.848 dan 96.594 selama seminggu terakhir ini.

Dolar sedikit menguat terhadap yen di 113,52 tetapi menghadapi resistensi di 113,95, sementara euro stabil di 1,1313 dolar setelah menghabiskan dua minggu terakhir dalam kisaran ketat 1,1226/US$1,1382.

Baca Juga: Taiwan ungkap sejumlah faktor yang akan mempersulit upaya invasi China

Di pasar komoditas, emas menguat di level $1.783 per ons setelah hanya mendapatkan dukungan sekilas dari angka inflasi AS yang tinggi.

Harga minyak juga memperpanjang penguatan, setelah mematahkan penurunan beruntun enam minggu dengan kenaikan sekitar 8% minggu lalu.

Perdagangan minyak mentah, Brent Crude juga menguat 84 sen pada Senin pagi menjadi US$75,99 per barel. sementara minyak mentah AS bertambah 95% menjadi US$72,62.

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru