kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

PBB mendesak Israel untuk hentikan penggusuran kawasan pengungsi Palestina


Jumat, 07 Mei 2021 / 10:58 WIB
ILUSTRASI. Aksi protes warga Palestina menentang kesepakatan Uni Emirat Arab dengan Israel untuk menormalisasi hubungan keduanya, di Haris dekat Salfit, wilayah pendudukan Israel, Tepi Barat, Jumat (14/8/2020).


Sumber: Arab News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Gerakan tersebut praktis meningkatkan ketegangan, memicu serangan lintas batas dari Gaza dan bentrokan antara warga Palestina dan polisi Israel.

Wennesland mengatakan pelaku kekerasan di semua sisi harus dimintai pertanggungjawaban dan segera dibawa ke pengadilan.

"Saya menyerukan kepada para pemimpin politik, agama dan masyarakat di semua sisi untuk berdiri teguh melawan kekerasan, hasutan dan retorika yang menghasut," lanjut Wennesland.

Di lain pihak, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol dan Inggris mendesak Israel untuk menghentikan keputusannya untuk lebih lanjut membangun permukiman baru di Tepi Barat.

Melalui pernyataan bersama, negara-negara Eropa tersebut mendesak pemerintah Israel untuk membatalkan keputusannya untuk memajukan pembangunan 540 unit permukiman di daerah Har Homa E di Tepi Barat.

"Jika diterapkan, pembangunan permukiman di Har Homa akan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada prospek Negara Palestina yang layak," tulis kelima negara dalam pernyataan bersama.

Selanjutnya: Militer Israel: Kami akan balas lebih kuat jika serangan dari Gaza terus datang




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×