kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Pejabat The Fed buka opsi memangkas suku bunga bila inflasi AS tetap rendah


Jumat, 03 Mei 2019 / 23:38 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - PALO ALTO. Pejabat Bank Sentral Federal Reserver St.Louis James Bullard mengatakan, Federal Reserve mungkin perlu memotong suku bunga untuk meningkatkan inflasi dan mendapatkan kembali kredibilitas jika inflasi tetap lamban pada kuartal II 2019 ini. 

"Saya pasti akan terbuka untuk pemotongan suku bunga," ujar Bullard kepada Reuters dalam sebuah wawancara di sela-sela konferensi kebijakan moneter di Hoover Institution di Stanford University, Jumat (3/5).

Bullard memberikan suara dengan para pembuat kebijakan The Fed pada hari Rabu untuk mempertahankan suku bunganya, sebuah langkah yang menurutnya dibenarkan karena The Fed telah melakukan perubahan kebijakan besar pada Januari dengan menegaskan tidak menaikkan suku bunga tahun ini.

"Jika kita melewati musim panas di sini dan ekspektasi inflasi masih terlalu rendah dan inflasi aktual tampaknya tidak meningkat maka saya pikir tingkat kekhawatiran saya akan semakin intens," kata Bullard.

“Saya terbuka untuk penurunan suku bunga untuk mencoba memerangi ini, tetapi itu akan menjadi penurunan suku bunga bukan karena data buruk pada ekonomi AS, itu akan menjadi penurunan suku bunga karena kami ingin memastikan bahwa ekspektasi inflasi dan akhirnya inflasi aktual lebih konsisten dengan target 2% kami,” terang Bullard.

Dalam pandangan Bullard, penurunan suku bunga seperti itu tidak akan menjadi jaminan terhadap kemungkinan hasil buruk, melainkan upaya untuk meningkatkan kredibilitas The Fed bersama dengan inflasi, dan memposisikan The Fed untuk lebih baik melawan penurunan di masa depan.

“Jika Anda memangkas suku bunga selama masa booming yang akan mengirimkan sinyal Anda serius bahwa Anda mencoba untuk mendapatkan inflasi sebesar 2% atau di atas target kami sebesar 2%. Memotong bunga pada saat pertumbuhan pekerjaan lemah akan kurang berhasil dalam membangun kredibilitas seperti itu," katanya.

Namun, meskipun sikap kebijakan The Fed saat ini sedikit ketat, pemotongan suku bunga sekarang akan berisiko berlebihan pada pelonggaran kebijakan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×