kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.183
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Pelaku industri AS ingatkan Trump

Kamis, 17 November 2016 / 23:12 WIB

 Pelaku industri AS ingatkan Trump

WASHINGTON. Pebisnis manufaktur di Amerika Serikat (AS) minta Donald Trump membatalkan janji kampanye saat pencalonan presiden AS. Yakni: renegosiasi perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara alias North American Free Trade Agreement (NAFTA) serta pengenaan pajak tinggi bagi barang impor asal Meksiko dan China.

Para pebisnis AS minta Trump lebih mengedepankan pendekatan yang lebih bernuansa perdagangan dan menghindari aksi sepihak. Mereka menghimbau, pemerintahan baru hendaknya fokus pada negosiasi. NAFTA merupakan perjanjian dagang yang beranggotakan tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.

Kesepakatan itu sendiri telah berusia 22 tahun. Dalam rencana negosiasi ulang dangan NAFTA, para pebisnis AS minta kabinet Trump tidak justru membawa dampak negatif bagi arus ekspor negara ini ke Kanada dan Meksiko.

"Ada dua juta pekerjaan manufaktur di negara ini yang bergantung pada hubungan dengan Kanada dan Meksiko," tutur Linda Dempsey, Vice President International Affairs for The National Association of Manufactures seperti diwartakan Reuters, Selasa (15/11).

Dempsey menegaskan, idealnya demi mengejar pertumbuhan, tidak selayaknya menempatkan hubungan dagang dengan negara lain dalam situasi yang kurang harmonis. Tetap ekspansi Ancaman Trump soal evaluasi hubungan dagang dengan Meksiko, nyatanya tidak menyebabkan Ford Motor Co, menghentikan ekspansinya ke Meksiko.

Produsen mobil ini, Selasa kemarin menegaskan akan tetap membangun pabrik mobil di Meksiko. Sebab, "Kami sudah menata strategi jangka panjang bisnis kami berdasarkan perjanjian dagang," ucap Mark Fields, Chief Executive Officer Ford Motor Co.

Menurut Field, pengenaan tarif hingga 35% terhadap produk dari Meksiko justru bisa merugikan industri otomotif di Amerika Serikat. Makanya, Trump harus memahami produksi dan rantai pasokan bahan baku industri yang sangat terintegrasi di tiga negara dalam Nafta.

Sikap serupa juga diutarakan Jeff Immelt, CEO General Electric Co. Pasca pengumuman kemenangan Trump, Immelt menegaskan bahwa pihaknya meyakini pentingnya globalisasi dan investasi bagi pertumbuhan ekonomi Amerika.

 


Reporter: Yuwono Triatmodjo
Editor: Barratut Taqiyyah
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0540 || diagnostic_web = 0.3129

Close [X]
×