kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Peluncuran Rudal Balistik oleh Pemerintah Korut Disesalkan Banyak Negara


Selasa, 11 Januari 2022 / 14:22 WIB
ILUSTRASI. Rudal balistik


Sumber: Al Jazeera,Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Korea Utara menembakkan apa yang mungkin merupakan rudal balistik pada Selasa pagi, kata Jepang dan Korea Selatan, kurang dari seminggu setelah Pyongyang menguji apa yang dikatakannya sebagai senjata hipersonik.

“Militer kami mendeteksi rudal balistik yang diduga ditembakkan oleh Korea Utara dari darat menuju Laut Timur sekitar pukul 07.27 (22:27 GMT pada hari Senin) hari ini,” kata Kepala Staf Gabungan Seoul dalam sebuah pernyataan.

Peluncuran itu juga dilaporkan oleh penjaga pantai Jepang, yang mengatakan bahwa Korea Utara telah menembakkan "benda mirip rudal balistik". Proyektil itu tampaknya telah mendarat di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang, lapor kantor berita Kyodo, mengutip sumber-sumber pemerintah di Tokyo.

Baca Juga: Dewan Keamanan PBB akan Bertemu Membahas Peluncuran Rudal oleh Korea Utara

“Bahwa Korea Utara terus meluncurkan rudal sangat disesalkan,” kata Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida kepada wartawan.

Dewan keamanan nasional Korea Selatan, yang mengadakan pertemuan darurat, menyatakan "penyesalan yang kuat" atas tes tersebut, kata Gedung Biru kepresidenan.

Peluncuran terbaru datang setelah enam negara, termasuk Amerika Serikat dan Jepang, mendesak Korea Utara yang bersenjata nuklir untuk mengakhiri "tindakan destabilisasi" menjelang pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB untuk membahas uji coba pekan lalu. Prancis, Irlandia, Inggris, dan Albania juga menandatangani pernyataan tersebut.

"Tindakan ini meningkatkan risiko salah perhitungan dan eskalasi serta menimbulkan ancaman signifikan terhadap stabilitas regional," kata Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield dalam pernyataannya, Senin.

“(Korea Utara) melakukan investasi militer ini dengan mengorbankan kesejahteraan rakyat Korea Utara,” katanya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×