kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.940   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.353   1,58   0,02%
  • KOMPAS100 836   1,04   0,12%
  • LQ45 634   0,16   0,03%
  • ISSI 220   -0,28   -0,13%
  • IDX30 356   0,16   0,05%
  • IDXHIDIV20 435   0,33   0,08%
  • IDX80 95   0,10   0,10%
  • IDXV30 120   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 113   0,02   0,02%

Dewan Keamanan PBB akan Bertemu Membahas Peluncuran Rudal oleh Korea Utara


Jumat, 07 Januari 2022 / 09:24 WIB


Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Keamanan PBB akan bertemu secara tertutup pada Senin (10/1) untuk membahas pengujian yang dikatakan Korea Utara sebagai rudal hipersonik, menurut sumber diplomatik. Pertemuan itu diminta oleh Amerika Serikat, Prancis dan Inggris. Tiga dari lima anggota tetap Dewan Keamanan serta Irlandia dan Albania, kata sumber-sumber itu, Kamis.

Pada tahun 2017, Dewan Keamanan dengan suara bulat meloloskan tiga set sanksi ekonomi setelah Korea Utara melakukan uji coba nuklir dan rudal. 

Tidak ada deklarasi bersama yang diharapkan setelah pertemuan Senin, kata seorang diplomat, meskipun yang lain menambahkan bahwa pernyataan kemungkinan akan dikeluarkan sebelum atau sesudahnya.

Baca Juga: Korea Utara Mengkonfirmasi Peluncuran Rudal Hipersonik Kedua

Kantor Berita KCNA, sebuah media pemerintah, mengatakan rudal Rabu membawa "hulu ledak meluncur hipersonik" yang "tepat mencapai target 700 km," tanpa mengidentifikasi peluncur. Hulu ledak juga menunjukkan kemampuan baru, bergerak 120 km ke samping setelah terlepas dari peluncur untuk menyerang target, tambahnya.

Peluncuran itu adalah uji coba kedua yang dilaporkan dari apa yang diklaim Pyongyang sebagai rudal meluncur hipersonik, setelah uji coba serupa September lalu.

Amerika Serikat, Jepang dan Kanada termasuk di antara mereka yang dengan cepat mengutuk peluncuran hari Rabu, menyatakan bahwa itu melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan dan mengancam keselamatan di kawasan serta masyarakat internasional.

Pyongyang berpendapat bahwa pengembangan lanjutan dari teknologi senjatanya diperlukan untuk mempertahankan diri dari kemungkinan invasi Amerika.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×