kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.972   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Pembunuhan Pemimpin Hamas Picu Ketegangan Antara Biden dan Netanyahu


Senin, 05 Agustus 2024 / 08:12 WIB
ILUSTRASI. Benjamin Netanyahu menolak pernyataan Joe Biden atas kekhawatirannya terkait pembunuhan pemimpin politik Hamas dan pendekatan Israel terhadap perundingan gencatan senjata. REUTERS/Kevin Lamarque


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Israel tidak memberi tahu AS

Mengutip The New York Times, menurut kedua pemerintah, Israel tidak memberi tahu Amerika tentang rencana untuk membunuh Haniyeh meskipun Biden telah menjamu Netanyahu di Gedung Putih beberapa hari sebelumnya. 

Menurut pejabat Israel tersebut, Netanyahu tidak ingin membahayakan Amerika dengan memberi mereka peringatan. 

Sementara itu, pejabat AS tidak keberatan dibiarkan tanpa mendapat informasi apa-apa.

Meski Biden dan Netanyahu tidak sepakat dalam beberapa hal, namun kedua sekutu itu bekerja sama erat untuk menggagalkan ancaman serangan Iran sebagai balasan atas pembunuhan Haniyeh. 

Biden memerintahkan lebih banyak kapal perang dan pesawat ke wilayah tersebut. Dan perwira militer AS bekerja sama dengan mitra Israel untuk melawan serangan tersebut, seperti yang mereka lakukan pada bulan April ketika mereka menjatuhkan hampir semua dari 300 rudal dan pesawat nirawak yang diluncurkan Iran ke Israel.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×