kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Pemerintah Batal Bubarkan Bea Cukai, Ini Alasan di Balik Keputusannya


Selasa, 21 Juli 2026 / 23:04 WIB
Pemerintah Batal Bubarkan Bea Cukai, Ini Alasan di Balik Keputusannya
ILUSTRASI. Bea Cukai gagalkan penyelundupan bahan baku ekstasi cair (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan tidak akan membubarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai setelah menilai reformasi internal yang dijalankan lembaga tersebut menunjukkan hasil yang nyata. 

Perbaikan kinerja, peningkatan penerimaan negara, hingga penguatan pemberantasan penyelundupan menjadi alasan utama pemerintah mempertahankan institusi tersebut.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pembenahan di tubuh Bea Cukai telah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyegaran sumber daya manusia hingga pergantian jajaran pimpinan. 

"Bea Cukai progresnya sudah amat baik," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga: Ada Perbaikan, Purbaya Batal Ganti Bea Cukai dengan SGS

Menurut Purbaya, hasil reformasi mulai terlihat dari kinerja penerimaan yang tumbuh lebih dari 6% atau mendekati 7%. Di sisi lain, peredaran barang selundupan di pasar disebut mulai berkurang, sementara penindakan terhadap rokok ilegal semakin gencar dilakukan.

Pemerintah juga mengubah strategi penegakan hukum terhadap praktik penyelundupan. Jika sebelumnya aparat hanya menyita barang ilegal, kini kendaraan yang digunakan untuk mengangkut barang selundupan ikut ditahan hingga proses pemeriksaan selesai.

Kebijakan ini dinilai meningkatkan biaya yang harus ditanggung pelaku sehingga diharapkan memberikan efek jera.

Purbaya mengungkapkan, perbaikan tersebut turut mengubah pandangan Presiden Prabowo Subianto. 

Jika sebelumnya Presiden sempat melontarkan wacana pembubaran Bea Cukai, kini pemerintah melihat lembaga itu justru dapat diperbaiki melalui reformasi yang konsisten. 

Menurutnya, Presiden telah mengakui adanya kemajuan signifikan dalam kinerja Bea Cukai, sehingga sinyal yang diberikan kini adalah memperkuat, bukan membubarkan, institusi tersebut.

Baca Juga: Purbaya Sapu Bersih Pejabat Bea Cukai di Lima Pelabuhan Besar

Untuk menjaga momentum reformasi, pemerintah akan memperkuat sistem pengawasan Bea Cukai dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). 

Teknologi tersebut akan diterapkan untuk mendukung pengawasan di pelabuhan dan bandara serta mengintegrasikan pengawasan antarkantor Bea Cukai di seluruh Indonesia guna meningkatkan efektivitas pencegahan penyelundupan dan pengamanan penerimaan negara.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×