kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.775   34,00   0,19%
  • IDX 6.451   45,25   0,71%
  • KOMPAS100 839   5,40   0,65%
  • LQ45 635   2,17   0,34%
  • ISSI 228   2,66   1,18%
  • IDX30 355   0,70   0,20%
  • IDXHIDIV20 433   0,79   0,18%
  • IDX80 96   0,59   0,62%
  • IDXV30 121   0,60   0,50%
  • IDXQ30 113   0,10   0,09%

Banjir Dahsyat Nepal Tewaskan 162 Orang, Tim Penyelamat Masih Cari Korban Hilang


Kamis, 27 Agustus 2026 / 10:05 WIB
Banjir Dahsyat Nepal Tewaskan 162 Orang, Tim Penyelamat Masih Cari Korban Hilang
ILUSTRASI. Banjir Nepal (REUTERS/Navesh Chitrakar)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Tim penyelamat Nepal menggunakan helikopter untuk mencari ratusan orang yang masih hilang setelah longsoran lumpur dan bebatuan menghantam sungai di perbatasan Nepal-China, memicu banjir dahsyat di sejumlah kota dan lembah. Sedikitnya 162 orang tewas dalam bencana tersebut.

Pejabat pariwisata Nepal mengatakan, lebih dari 400 warga negara asing termasuk dalam 579 wisatawan yang masih dinyatakan hilang setelah bencana menerjang wilayah yang ramai dikunjungi pendaki dan peziarah.

Baca Juga: Nikkei Berbalik Melemah Kamis (27/8), Saham Pemasok Nvidia Advantest Tertekan

Juru bicara kepolisian Nepal Abi Narayan Kafle mengatakan jumlah korban tewas diperkirakan masih akan bertambah seiring pencarian kembali dilakukan.

"Jumlah ini akan bertambah karena kami telah melanjutkan pencarian dan lebih banyak jenazah diperkirakan akan ditemukan," kata Kafle kepada Reuters.

Sunil Sharma, juru bicara Nepal Tourism Board, mengatakan 47 wisatawan yang hilang berasal dari Amerika Serikat, 34 dari Australia, 33 dari Inggris dan 24 dari Kanada.

Sementara itu, di wilayah Gyirong, Tibet, China, penyiar pemerintah CCTV melaporkan 558 orang hilang, termasuk 260 warga negara asing. Belum diketahui apakah angka tersebut tumpang tindih dengan data korban yang diumumkan Nepal.

Video yang telah diverifikasi menunjukkan derasnya aliran air, lumpur dan bebatuan menyapu puluhan orang di kawasan perbatasan Gyirong. Di wilayah Nepal, rumah, jalan serta proyek pembangkit listrik ikut tersapu banjir.

Baca Juga: Ritel Fesyen Shein Bersiap IPO, Target Raup US$ 1,73 Miliar

Korban Ceritakan Dahsyatnya Banjir

Keshav Prasad Baral, seorang korban selamat berusia 68 tahun, menceritakan bagaimana lumpur menerjang rumahnya.

"Itu adalah aliran lumpur yang sangat besar datang langsung ke arah kami. Semakin mendekat, lumpur semakin tinggi. Ketika saya melihat lumpur masuk ke rumah, saya mencoba meraih tangan istri saya dan membawanya ke teras. Namun, dia tersapu lumpur," kata Baral yang kini dirawat di rumah sakit.

Baral berhasil dievakuasi menggunakan helikopter sekitar empat jam kemudian.

"Istri saya masih berada di suatu tempat di bawah lumpur. Dia sudah tiada," ujarnya.

Korban selamat lainnya mengatakan dirinya menyelamatkan diri dengan berpegangan pada pohon mangga sembari menyaksikan rumah tempatnya bekerja lenyap diterjang banjir.

Baca Juga: Mata Uang Asia Beragam, Dolar Taiwan dan Won Korea Selatan Menguat


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×