kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.741   18,00   0,10%
  • IDX 6.406   -95,98   -1,48%
  • KOMPAS100 833   -14,48   -1,71%
  • LQ45 633   -9,40   -1,46%
  • ISSI 225   -3,43   -1,50%
  • IDX30 354   -4,60   -1,28%
  • IDXHIDIV20 432   -4,21   -0,97%
  • IDX80 95   -1,63   -1,69%
  • IDXV30 120   -1,45   -1,19%
  • IDXQ30 113   -1,10   -0,97%

Banjir Bandang Dahsyat Terjang Nepal, Desa dan Proyek Pembangkit Listrik Hanyut


Rabu, 26 Agustus 2026 / 15:24 WIB
Banjir Bandang Dahsyat Terjang Nepal, Desa dan Proyek Pembangkit Listrik Hanyut
ILUSTRASI. Banjir bandang dahsyat melanda wilayah pegunungan Nepal yang berbatasan dengan Tibet pada Rabu (26/8/2026). (Wikipedia/Wikipedia)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - KATHMANDU. Banjir bandang dahsyat melanda wilayah pegunungan Nepal yang berbatasan dengan Tibet pada Rabu (26/8/2026). Bencana tersebut menerjang permukiman serta merusak sejumlah infrastruktur penting, termasuk jalan, jembatan, dan proyek pembangkit listrik tenaga air.

Wilayah Syapru Besi dan Timure di Distrik Rasuwa menjadi daerah yang terdampak parah. Kawasan pegunungan tersebut memiliki populasi sekitar 50.000 jiwa.

Pemerintah setempat meminta warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Bhote Koshi untuk segera menuju lokasi yang lebih tinggi guna menghindari risiko korban jiwa akibat banjir susulan.

Administrator Distrik Rasuwa, Narendra Pariyar, mengatakan sejumlah desa dan lokasi proyek infrastruktur dilaporkan tersapu banjir. Namun, hingga saat ini belum ada perkiraan resmi mengenai jumlah korban maupun kerugian material.

"Kami mendapat laporan bahwa desa-desa dan lokasi proyek infrastruktur tersapu banjir," kata Narendra Pariyar kepada Reuters.

Baca Juga: Baht Stabil, Bursa Asia Menguat Jelang Keputusan Suku Bunga dan Kinerja Nvidia

Ia memperingatkan bahwa bencana tersebut berpotensi menimbulkan korban jiwa dan kerusakan properti dalam jumlah besar.

"Ada kemungkinan banyak korban jiwa atau kerugian harta benda," ujarnya.

"Namun, saya belum bisa memastikannya sekarang," tambahnya.

Proyek Pembangkit Listrik Rusak

Penyebab pasti banjir bandang tersebut belum diketahui. Namun, peristiwa ini mengingatkan pada banjir besar yang terjadi di sungai yang sama tahun lalu.

Kementerian Sumber Daya Air Nepal menyatakan sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga air mengalami kerusakan akibat banjir. Selain itu, jalan dan jembatan di wilayah tersebut juga terdampak.

Kerusakan infrastruktur pembangkit listrik menyebabkan pasokan listrik di kawasan tersebut terganggu.

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah mengatakan pemerintah telah mengerahkan tim penyelamat dan bantuan, serta personel kepolisian dan militer untuk menangani dampak bencana.

"Instruksi telah diberikan untuk memindahkan masyarakat yang tinggal di daerah rendah ke tempat yang lebih aman," kata Balendra Shah.

Ia juga meminta masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga: Secret Service AS Selidiki Video TV Iran soal Dugaan Ancaman terhadap Barron Trump

"Masyarakat yang berada di sepanjang sungai disarankan untuk lebih berhati-hati dan tetap waspada," ujarnya.

Sungai Bhote Koshi Berasal dari Tibet

Sungai Bhote Koshi berhulu di wilayah Tibet dan mengalir ke Sungai Trishuli di Nepal. Aliran tersebut kemudian masuk ke India dan dikenal sebagai Sungai Gandak.

Banjir besar di Sungai Bhote Koshi pada tahun lalu menewaskan sembilan orang, sementara 24 orang lainnya dilaporkan hilang. Bencana tersebut juga menghanyutkan Friendship Bridge yang menghubungkan Nepal dan China.

Rusaknya jembatan tersebut sempat mengganggu aktivitas perdagangan dan transportasi antara kedua negara selama berbulan-bulan.

Pemantau iklim regional kemudian menyebut banjir tahun lalu dipicu oleh terkurasnya air dari sebuah danau supraglasial di Tibet, yakni danau yang terbentuk di atas lapisan es atau gletser.

Dengan kondisi geografis Nepal yang didominasi kawasan pegunungan dan keberadaan gletser di wilayah Himalaya, risiko banjir bandang akibat perubahan kondisi danau glasial menjadi salah satu ancaman yang terus diwaspadai.


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×