kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Pemimpin Hong Kong: Pemerintah menyerah pada tekanan, itu tidak akan terjadi!


Senin, 11 November 2019 / 22:29 WIB
ILUSTRASI. Seorang polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata ke arah demonstran selama aksi di kawasan turis di Hong Kong, Distrik Tsim Sha Tsui, 27 Oktober 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Belakangan, hampir setiap hari ada protes di Hong Kong, kadang-kadang tanpa pemberitahuan. Tapi, jarang polisi memuntahkan gas air mata selama demo yang terjadi di hari kerja di kawasan Central yang penuh dengan kantor pusat bank dan toko-toko terkemuka.

Baca Juga: Bursa Asia memerah kena imbas memanasnya Hong Kong

China memiliki pasukan garnisun hingga 12.000 tentara di Hong Kong yang bertahan di barak selama kerusuhan pecah. Namun, Tiongkok telah bersumpah untuk menghancurkan segala upaya untuk merdeka, sebuah permintaan dari sejumlah kecil pengunjuk rasa.

Hu Xijin, Pemimpin Redaksi Tabloid Global Times China, yang diterbitkan People's Daily milik pemerintah, mengatakan, polisi Hong Kong tidak perlu takut dalam menghadapi para pengunjuk rasa yang semakin beringas.

"Anda mendapat dukungan tidak hanya orang-orang Hong Kong dan China, tetapi juga tentara Tiongkok dan Tentara Pembebasan Rakyat di Hong Kong," tulis Hu Xijin di blog-nya seperti dilansir Reuters. "Mereka bisa berangkat ke Hong Kong untuk memberikan dukungan kapan saja".

Baca Juga: Hong Kong Membara, IHSG Hari Ini Parkir Di Zona Merah




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×