Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Memasuki hari kesembilan kampanye militer AS dan Israel terhadap Iran, warga melaporkan kepulan asap hitam tebal menyelimuti langit Teheran pada Minggu. Serangan terhadap fasilitas penyimpanan minyak menyebabkan langit malam diterangi kobaran api besar.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyebut serangan skala besar tersebut sebagai “fase baru yang berbahaya” dalam konflik dan menuduhnya sebagai kejahatan perang.
“Dengan menargetkan depot bahan bakar, para penyerang melepaskan material berbahaya dan zat beracun ke udara,” tulisnya di platform X.
Namun, juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Nadav Shoshani mengatakan depot tersebut digunakan untuk mendukung operasi militer Iran, termasuk produksi atau penyimpanan bahan bakar roket untuk rudal balistik.
“Itu merupakan target militer yang sah,” ujarnya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pemerintahnya akan terus melanjutkan serangan terhadap Iran.
Tonton: Trump Klaim Iran Menyerah Usai Minta Maaf Serang Negara Teluk, AS Ancam Serangan Lebih Besar!
“Kami memiliki rencana terorganisir dengan banyak kejutan untuk mengguncang rezim dan membuka jalan bagi perubahan,” kata Netanyahu dalam pernyataan video.
Sementara itu, utusan khusus AS Steve Witkoff dan menantu Trump Jared Kushner dijadwalkan mengunjungi Israel pada Selasa, menurut laporan Axios yang mengutip pejabat senior AS.
Trump juga menegaskan bahwa ia tidak sedang mencari negosiasi untuk mengakhiri konflik tersebut. Perang ini telah mendorong kenaikan harga energi global, mengganggu aktivitas bisnis, dan mengacaukan perjalanan udara internasional.
“Pada titik tertentu, mungkin tidak akan ada siapa pun yang tersisa untuk mengatakan ‘kami menyerah’,” ujar Trump kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One.













