kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Pemimpin Iran Baru: Mojtaba Khamenei Resmi Gantikan Ayahnya!


Senin, 09 Maret 2026 / 05:37 WIB
Pemimpin Iran Baru: Mojtaba Khamenei Resmi Gantikan Ayahnya!
ILUSTRASI. Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei (REUTERS/Reuters Photographer)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Memasuki hari kesembilan kampanye militer AS dan Israel terhadap Iran, warga melaporkan kepulan asap hitam tebal menyelimuti langit Teheran pada Minggu. Serangan terhadap fasilitas penyimpanan minyak menyebabkan langit malam diterangi kobaran api besar.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyebut serangan skala besar tersebut sebagai “fase baru yang berbahaya” dalam konflik dan menuduhnya sebagai kejahatan perang.

“Dengan menargetkan depot bahan bakar, para penyerang melepaskan material berbahaya dan zat beracun ke udara,” tulisnya di platform X.

Namun, juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Nadav Shoshani mengatakan depot tersebut digunakan untuk mendukung operasi militer Iran, termasuk produksi atau penyimpanan bahan bakar roket untuk rudal balistik.

“Itu merupakan target militer yang sah,” ujarnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pemerintahnya akan terus melanjutkan serangan terhadap Iran.

Tonton: Trump Klaim Iran Menyerah Usai Minta Maaf Serang Negara Teluk, AS Ancam Serangan Lebih Besar!

“Kami memiliki rencana terorganisir dengan banyak kejutan untuk mengguncang rezim dan membuka jalan bagi perubahan,” kata Netanyahu dalam pernyataan video.

Sementara itu, utusan khusus AS Steve Witkoff dan menantu Trump Jared Kushner dijadwalkan mengunjungi Israel pada Selasa, menurut laporan Axios yang mengutip pejabat senior AS.

Trump juga menegaskan bahwa ia tidak sedang mencari negosiasi untuk mengakhiri konflik tersebut. Perang ini telah mendorong kenaikan harga energi global, mengganggu aktivitas bisnis, dan mengacaukan perjalanan udara internasional.

“Pada titik tertentu, mungkin tidak akan ada siapa pun yang tersisa untuk mengatakan ‘kami menyerah’,” ujar Trump kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×