kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45898,75   -27,98   -3.02%
  • EMAS1.327.000 1,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pemimpin oposisi India menuntut pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang lebih cepat


Jumat, 07 Mei 2021 / 14:30 WIB
Pemimpin oposisi India menuntut pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang lebih cepat
ILUSTRASI. Seorang pasien penderita penyakit virus corona (COVID-19). REUTERS/Danish Siddiqui


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo .

"Setelah mencapai tingkat sekitar 4 juta sehari, kami sekarang turun menjadi 2,5 juta per hari karena kekurangan vaksin," kata Amartya Lahiri, seorang profesor ekonomi di Universitas British Columbia seperti dikutip di surat kabar Mint.

"Target 5 juta per hari adalah batas bawah dari apa yang harus kita tuju, karena bahkan pada tingkat itu, akan membutuhkan satu tahun bagi kita untuk mendapatkan dua dosis untuk setiap orang. Sayangnya, situasinya sangat suram."

Uni Eropa pada hari Kamis mendukung proposal AS untuk membahas pengabaian perlindungan paten untuk vaksin COVID-19 dalam upaya meningkatkan pasokan dan akses ke vaksin, terutama di negara berkembang yang rentan. 

India melaporkan rekor kenaikan harian lainnya dalam kasus virus korona, 414.188, pada hari Jumat, menjadikan total kasus baru untuk minggu ini menjadi 1,57 juta. Total kasus sekarang mencapai 21,49 juta. Kematian akibat COVID-19 naik 3.915 menjadi 234.083.

Pakar medis mengatakan tingkat COVID-19 yang sebenarnya di India adalah lima hingga 10 kali lipat dari penghitungan resmi.

Selanjutnya: Dalam 24 jam, India toreh lagi rekor kematian dan kasus baru Covid-19




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Practical Business Acumen

[X]
×