Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Pasukan Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan besar-besaran ke sejumlah target di Iran pada Selasa. Serangan ini memicu aksi balasan dari Iran di kawasan Teluk dan memperluas konflik hingga ke Lebanon.
Perang yang telah berlangsung empat hari tersebut mengguncang pasar global dan mendorong harga minyak dunia melonjak tajam.
Reuters melaporkan, Presiden AS Donald Trump mengatakan militer AS telah menghantam berbagai target angkatan laut dan udara Iran. Ia bahkan menyebut hampir semua sasaran utama telah berhasil dilumpuhkan.
Trump juga membela keputusan serangan tersebut. Ia mengaku memerintahkan operasi militer karena merasa Iran akan melakukan serangan setelah negosiasi terkait program nuklir mereka menemui jalan buntu.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone yang menargetkan Kedutaan Besar AS di Arab Saudi, setelah sebelumnya juga menghantam misi diplomatik AS di Kuwait.
Pemerintah AS kemudian menutup kedua kedutaan tersebut, termasuk kedutaan di Lebanon, serta memerintahkan staf non-esensial dan keluarga diplomat untuk meninggalkan sebagian besar wilayah Timur Tengah.
Asap juga terlihat membumbung di dekat konsulat AS di Dubai. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan serangan tersebut menghantam area parkir, namun seluruh staf diplomatik dipastikan selamat.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Asia–Eropa Meroket Tinggi Usai Penutupan Bandara di Timur Tengah
Sumber yang mengetahui rencana perang Israel mengatakan kepada Reuters bahwa operasi militer ini awalnya dirancang berlangsung selama dua pekan. Namun daftar target disebut berhasil diselesaikan lebih cepat dari perkiraan.
Serangan awal bahkan menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan pertama pada Sabtu.
Trump sebelumnya juga menyebut operasi militer AS diperkirakan berlangsung sekitar empat hingga lima minggu. Saat ditanya siapa yang bisa memimpin Iran setelah perang, Trump menjawab singkat: sebagian besar kandidat yang dipertimbangkan sudah tewas.
Teheran Diguncang Ledakan Berulang
Ibu kota Iran, Tehran, diguncang ledakan berulang sepanjang hari. Israel dilaporkan menyerang kantor penyiaran negara IRIB serta kawasan sekitar Bandara Mehrabad.
Militer Israel juga menyatakan telah menyerang fasilitas pengembangan nuklir bawah tanah Minzadehei di Teheran.
Di kota Qom, bangunan yang menjadi markas Majelis Ahli (lembaga yang bertugas memilih pemimpin tertinggi Iran) dilaporkan hancur akibat serangan udara.
Belum diketahui pasti jumlah korban dari serangan tersebut, tetapi Trump mengatakan sejumlah pejabat senior Iran tewas pada Selasa.
Di tengah situasi mencekam, banyak warga Iran meninggalkan kota-kota besar sehingga Teheran kini nyaris seperti kota kosong.
Seorang pegawai bank bernama Bijan mengatakan ia dan istrinya harus bersembunyi di ruang bawah tanah setiap malam.
“Berapa lama ini akan berlangsung? Di mana tempat perlindungan? Di mana pemerintah?” ujarnya kepada Reuters melalui telepon dari Teheran.
Seorang warga lainnya, Firuzeh Seraj, mengaku takut membawa putrinya yang berusia 10 tahun untuk menjalani perawatan dialisis setelah sebuah rumah sakit di ibu kota ikut terkena serangan.
“Dunia, apakah kalian melihat ini? Mereka membunuh kami. Dengarkan suara kami,” katanya sambil menangis.
Baca Juga: Perang Iran Jadi Ujian Baru Ketahanan Ekonomi Amerika Serikat (AS)













