Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Warner Bros Discovery (WBD) membukukan pendapatan kuartal II 2026 yang berada di bawah ekspektasi analis. Kinerja perusahaan media dan hiburan asal Amerika Serikat itu tertekan oleh lemahnya performa film di bioskop serta penurunan pendapatan iklan akibat tidak lagi menayangkan pertandingan NBA.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Kamis (6/8/2026), Warner Bros Discovery mencatat pendapatan sebesar US$ 8,72 miliar pada kuartal II 2026. Angka tersebut jauh di bawah estimasi analis yang dihimpun LSEG sebesar US$ 9,29 miliar.
Penurunan pendapatan terutama berasal dari bisnis studio yang anjlok 39% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sejumlah film yang dirilis pada kuartal tersebut, seperti Mortal Kombat II dan Supergirl, gagal mengulang kesuksesan film-film blockbuster tahun lalu seperti A Minecraft Movie dan Sinners, yang menjadi penyumbang pendapatan terbesar perusahaan.
Meski demikian, Warner Bros Discovery optimistis kinerja studio akan membaik pada paruh kedua tahun ini. Perusahaan telah menyiapkan sejumlah film besar, termasuk Digger dan Dune: Part Three, yang diharapkan mampu mendongkrak pendapatan box office.
Baca Juga: ConocoPhillips Rampungkan Penjualan Aset US$ 1,7 Miliar, Lampaui Target Lebih Cepat
Merger dengan Paramount Masih Berlanjut
Di sisi lain, Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (Competition and Markets Authority/CMA) pada Kamis menyatakan menyetujui rencana merger Warner Bros Discovery dengan Paramount senilai US$ 110 miliar, setelah menilai transaksi tersebut tidak berpotensi mengganggu persaingan usaha di Inggris.
Namun, proses merger tersebut masih menghadapi tantangan hukum di Amerika Serikat. Negara bagian California bersama 11 negara bagian lainnya mengajukan gugatan untuk menghentikan transaksi tersebut dengan alasan pelanggaran aturan antimonopoli.
Paramount telah menyepakati penundaan penyelesaian merger hingga Juni 2027, sementara persidangan di tingkat federal dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.
Dalam paparan kinerja setelah pengumuman laporan keuangan, para CEO kedua perusahaan tetap menyatakan keyakinannya bahwa proses merger pada akhirnya akan dapat diselesaikan.
Hilangnya NBA Tekan Pendapatan Iklan
Warner Bros Discovery juga mencatat penurunan tajam pada bisnis periklanan. Tidak adanya siaran pertandingan National Basketball Association (NBA) pada tahun ini, ditambah terus menurunnya jumlah penonton televisi linear di Amerika Serikat, menyebabkan pendapatan iklan perusahaan turun 22% pada kuartal II.
Selain itu, perusahaan menyebut kenaikan harga energi yang dipicu konflik di Iran dan Ukraina turut menekan belanja iklan dari para pengiklan internasional.
Warner juga mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 mengurangi pangsa penonton serta pendapatan iklan perusahaan di sejumlah pasar selama Juni dan Juli.
Pendapatan divisi jaringan televisi yang menaungi CNN turun 17%. Namun demikian, perusahaan berhasil mencatat laba kuartalan yang mengejutkan berkat penurunan biaya operasional sebesar 23%, terutama karena tidak lagi menanggung biaya hak siar NBA serta pengeluaran konten yang lebih rendah.
Baca Juga: Pengelola Bursa Singapura Cetak Rekor Saham Tertinggi Sepanjang Masa
Warner Bros Discovery membukukan laba sebesar 6 sen per saham, jauh lebih baik dibandingkan proyeksi analis LSEG yang sebelumnya memperkirakan kerugian 13 sen per saham.
Bisnis Streaming Masih Jadi Penopang
Di tengah tekanan pada bisnis film dan televisi, layanan streaming tetap menjadi titik terang bagi Warner Bros Discovery.
Bisnis streaming perusahaan mencatat kenaikan pendapatan 10%, didorong oleh ekspansi internasional HBO Max serta keberhasilan sejumlah konten orisinal, termasuk serial The Pitt.
Ke depan, layanan gabungan HBO Max dan Paramount+ diharapkan memiliki skala bisnis yang lebih besar sehingga mampu bersaing lebih kuat dengan para raksasa streaming global seperti Netflix dan Disney.
Kinerja positif segmen streaming tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendukung optimisme perusahaan terhadap prospek jangka panjang, terutama apabila proses merger dengan Paramount berhasil diselesaikan sesuai rencana.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
