kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Penduduk Irak sambut Ramadhan di bawah ancaman krisis pangan


Selasa, 13 April 2021 / 13:48 WIB
ILUSTRASI. Demonstran memegang bendera Irak saat mereka berkumpul untuk menandai ulang tahun pertama protes anti-pemerintah di Baghdad, Irak, 25 Oktober 2020.


Sumber: Arab News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Pendapatan Irak yang dipangkas oleh penurunan harga minyak dunia, tahun lalu mendevaluasi dinar, yang telah kehilangan 25% nilainya terhadap dolar. Hasilnya, kini harga sebotol minyak goreng naik menjadi 2.500 dinar dari yang sebelumnya hanya 1.500 dinar.

Selain kenaikan harga, pembatasan Covid-19 seperti lockdown dan jam malam telah menutup banyak pekerjaan. Parahnya lagi, pekerjaan harian yang jadi andalan banyak orang selama konflik ikut tutup, praktis angka pengangguran dan kemiskinan memuncak.

Krisis pangan ini juga diamini oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO). Mereka mengatakan saat ini masyarakat Irak terjebak dalam lingkaran setan.

"Lebih dari 90% usaha kecil dan menengah di sektor pangan dan pertanian dilaporkan terkena dampak pandemi yang parah. Untuk mengatasinya, lebih dari 50% memecat staf atau mengurangi gaji," ungkap FAO, seperti dikutip Arab News,

Selanjutnya: PBB akui menyesal karena telah gagal menghapus penderitaan di Suriah




TERBARU

[X]
×