kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.977   18,00   0,10%
  • IDX 5.789   -112,98   -1,91%
  • KOMPAS100 763   -19,90   -2,54%
  • LQ45 579   -10,88   -1,85%
  • ISSI 198   -3,27   -1,62%
  • IDX30 330   -5,23   -1,56%
  • IDXHIDIV20 410   -3,71   -0,90%
  • IDX80 87   -1,84   -2,09%
  • IDXV30 109   -1,61   -1,45%
  • IDXQ30 107   -0,80   -0,74%

Penduduk Irak sambut Ramadhan di bawah ancaman krisis pangan


Selasa, 13 April 2021 / 13:48 WIB
ILUSTRASI. Demonstran memegang bendera Irak saat mereka berkumpul untuk menandai ulang tahun pertama protes anti-pemerintah di Baghdad, Irak, 25 Oktober 2020.


Sumber: Arab News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Pendapatan Irak yang dipangkas oleh penurunan harga minyak dunia, tahun lalu mendevaluasi dinar, yang telah kehilangan 25% nilainya terhadap dolar. Hasilnya, kini harga sebotol minyak goreng naik menjadi 2.500 dinar dari yang sebelumnya hanya 1.500 dinar.

Selain kenaikan harga, pembatasan Covid-19 seperti lockdown dan jam malam telah menutup banyak pekerjaan. Parahnya lagi, pekerjaan harian yang jadi andalan banyak orang selama konflik ikut tutup, praktis angka pengangguran dan kemiskinan memuncak.

Krisis pangan ini juga diamini oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO). Mereka mengatakan saat ini masyarakat Irak terjebak dalam lingkaran setan.

"Lebih dari 90% usaha kecil dan menengah di sektor pangan dan pertanian dilaporkan terkena dampak pandemi yang parah. Untuk mengatasinya, lebih dari 50% memecat staf atau mengurangi gaji," ungkap FAO, seperti dikutip Arab News,

Selanjutnya: PBB akui menyesal karena telah gagal menghapus penderitaan di Suriah




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×