kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.973   44,00   0,26%
  • IDX 7.105   -58,84   -0,82%
  • KOMPAS100 978   -10,66   -1,08%
  • LQ45 721   -10,45   -1,43%
  • ISSI 250   -1,87   -0,74%
  • IDX30 393   -5,65   -1,42%
  • IDXHIDIV20 491   -7,57   -1,52%
  • IDX80 110   -1,20   -1,08%
  • IDXV30 134   -2,19   -1,60%
  • IDXQ30 128   -1,66   -1,28%

Pengguna smartphone di China malas SMS


Selasa, 29 Januari 2013 / 19:50 WIB
Pengguna smartphone di China malas SMS
ILUSTRASI. 4 Rekomendasi Sabun Wajah Pria Untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat


Sumber: techinasia.com |

BEIJING. Ada tren baru di China sepanjang 2012. Tahun lalu, rata-rata mengirim pesan pendek atau short message service (SMS) masyarakat China pemegang ponsel pintar lebih rendah dari tahun sebelumnya. Data yang dirilis Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China menyatakan jumlah SMS yang dikirim tiap orang turun 9% dari tahun lalu.

Secara keseluruhan, memang jumlah SMS yang terkirim pada 2012 tumbuh dari tahun lalu. Tapi, pertumbuhan yang terjadi sangat mungil, hanya 2%. Pertumbuhan inipun lebih ditopang oleh kenaikan pengguna ponsel yang mencapai 11%.

Yang paling menarik, Kementerian ini juga menyatakan sekitar 200 juta pemilik ponsel di China sama sekali tidak mengirim SMS! Saat ini tercatat 420 juta pemilik ponsel yang bisa mengakses internet.

Jawaban dari penurunan ini adalah aplikasi pesan teks multimedia berkembang pesat di China. Aplikasi berbasis internet ini lebih menarik dari mengirim SMS. Salah satu aplikasi yang paling beken adalah WeChat.

Diperkirakan, tren penurunan SMS ini akan terus berlanjut di tahun-tahun depan. Bagaimana di Indonesia?




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×