kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Perang Dagang Dimulai, Ekonomi Dunia Diambang Resesi


Minggu, 06 April 2025 / 06:34 WIB
Perang Dagang Dimulai, Ekonomi Dunia Diambang Resesi
ILUSTRASI. JP Morgan menyebut, risiko resesi ekonomi AS dan ekonomi global tahun ini telah meningkat menjadi 60% dari 40% sebelumnya menyusul tarif timbal balik yang diberlakukan Presiden Donald Trump.


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Awan gelap tengah menyelimuti perekonomian dunia gara-gara perang tarif impor yang ditabuh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ekonomi dunia pun diambang resesi.

JP Morgan menyebut, risiko resesi ekonomi AS dan ekonomi global tahun ini telah meningkat menjadi 60% dari 40% sebelumnya menyusul tarif timbal balik yang diberlakukan Presiden Donald Trump.

Pada Rabu lalu, Trump mengenakan tarif dasar 10% pada semua impor ke AS dan bea masuk yang lebih tinggi pada puluhan negara lain.

"Kebijakan AS yang disruptif telah diakui sebagai risiko terbesar bagi prospek global sepanjang tahun," kata ahli strategi J.P. Morgan, yang dipimpin Bruce Kasman, dalam sebuah catatan pada Kamis (4/4) seperyi dikutip Reuters.

Menurut JP Morgan, kebijakan perdagangan AS telah berubah menjadi kurang bersahabat dengan bisnis daripada yang diantisipasi.

"Dampak kenaikan pajak ini kemungkinan akan diperbesar melalui pembalasan, penurunan sentimen bisnis AS, dan gangguan rantai pasokan," kata Kasman.

Baca Juga: Kebijakan Tarif Trump Dinilai Bisa Bawa Musibah Bagi Ekonomi AS

Perusahaan pialang Wall Street lainnya, termasuk Barclays dan Deutsche Bank, juga memperingatkan bahwa ekonomi AS menghadapi risiko lebih tinggi untuk terjerumus ke dalam resesi tahun ini jika pungutan baru Trump tetap berlaku.

Namun, Kasman memperkirakan guncangan tarif akan "sedikit diredam" oleh prospek pemotongan suku bunga lebih lanjut di AS.

J.P. Morgan menegaskan kembali perkiraannya tentang dua penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Federal Reserve pada bulan Juni dan September tahun ini. 

Sementara investor memperkirakan total empat penurunan suku bunga pada tahun 2025, menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG.

Baca Juga: Indonesia Siapkan Strategi Hadapi Tarif Balasan Trump




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×